Belajar Mudah Bahasa Yunani
Belajar Mudah Bahasa Yunani
Penulis :
Kartini Sianturi M.Th
ISBN : 9786025326714
Editor :
Ramli Sianturi M.Th
Penyunting :
Frederik Ajub Kaunang M.Th
Desain sampul dan Tata Letak
Selsya Patinasarani
Frederik Tumatenan
Penerbit :
Sekolah Tinggi Teologi Bina Muda Wirawan Tangerang
Redaksi :
Jl. Kelapa Gading Selatan Blok AJ.10/10
Gading Serpong, Tangerang, BANTEN 15310
Tel +625467368
Distributor Tunggal :
Yayasan Misi Remaja Internasional
Jl. Rorojongrang No.21, Perum Harkit
Tangerang, Banten 15310
Cetakan pertama, Pebruari 2019
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala kekuatan dan kesempatan yang telah Ia berikan, sehingga kami dapat menulis buku “Belajar mudah Bahasa Yunani” ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam buku ini kami membahas mengenai belajar mudah bahasa Yunani, khususnya bagi para mahasiswa yang baru belajar.
Buku ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan buku bahasa Yunani ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada buku ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan buku ini selanjutnya.
Akhir kata semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Tangerang, Pebruari 2019
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Asal usul dan perkembangan bahasa Yunani.................................................1
B. Abjad Yunani .................................................................................................1
C. Tanda Hembus................................................................................................5
D. Tanda Baca.....................................................................................................5
E. Tanda Aksen...................................................................................................6
F. Tanda Pengenal..............................................................................................6
BAB II TATA BAHASA
A. Kata kerja........................................................................................................9
B. Voice...............................................................................................................12
C. Modus (Mood).................................................................................................13
D. Orang (Person)...............................................................................................14
E. Jumlah (Number)............................................................................................14
F. Kata Benda.....................................................................................................20
G. Kata Sifat........................................................................................................30
H. Kata Sambung................................................................................................36
I. Kata Depan.....................................................................................................36
J. Kalimat Present Pasif Indikatif........................................................................40
K. Kata Ganti Orang............................................................................................43
L. Kata Ganti Penunjuk.......................................................................................48
M. Imperfect Tense..............................................................................................50
N. Future Tense...................................................................................................58
O. Kamus.............................................................................................................60
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.....................................................................................................63
B. Saran..............................................................................................................64
KEPUSTAKAAN
Punctiliar action : ( ____________________________ )
x : Lama/periode berlakunya suatu peristiwa atau aksi
Diterjemahkan
Diterjemahkan
The good word (perkataan yang baik)
The word is good
Atau diterjemahkan
PENDAHULUAN
Pada prinsipnya, semua bahasa di dunia dapat digolongkan ke dalam kelompok-kelompok tertentu yang dikenal dengan istilah “rumpun”. Ketika kita menyelidiki bahasa Yunani Perjanjian Baru, menelusuri bahasa serumpunnya akan membantu kita untuk memahaminya, khususnya yang berhubungan dengan berbagai karakteristik maupun pola ucapannya.
A. Asal-usul dan perkembangan bahasa Yunani
Ketika suku-suku primitif Indo-Eropa pindah ke Yunani, mungkin mereka berbicara dalam satu bahasa. Geografi dan politik menyebabkannya terpecah menjadi sejumlah dialek, hanya untuk disatukan sekali lagi di medan perang. Ironisnya, kampanye militer pertama di milenium ketiga SM membawa kebingungan bahasa, sementara kampanye terakhir tidak hanya memulihkan kesatuan bahasa, tetapi juga membentuk bahasa baru yang ditakdirkan untuk menjadi bahasa Welts Welsh (bahasa dunia).
Koine lahir dari penaklukan Alexander the Great. Pertama, pasukannya, yang datang dari Athena serta kota-kota dan wilayah Yunani lainnya, harus berbicara satu sama lain. Kontak yang dekat ini menghasilkan pot Yunani yang melting-pot yang pasti melunakkan tepi kasar beberapa dialek dan meninggalkan seluk-beluk yang lain. Kedua, kota-kota dan koloni yang ditaklukkan belajar bahasa Yunani sebagai bahasa kedua. Pada abad pertama M, bahasa Yunani adalah lingua franca seluruh wilayah Mediterania dan sekitarnya. Karena mayoritas penutur bahasa Yunani mempelajarinya sebagai bahasa kedua, ini semakin menambah hilangnya seluk-beluk dan memindahkannya ke arah yang lebih luas (misalnya, pengulangan preposisi dengan kata benda kedua di mana Attic Greek biasanya merasa nyaman dengan satu preposisi)
D. Bahasa Bizantium (atau Abad Pertengahan) Yunani (330 cE-1453 M)
1. Bahasa Yunani Koine diubah menjadi bahasa Yunani Bizantium ketika Konstantinus bertobat. Dengan membalikkan dekrit penganiayaan Diokletianus (303 - 311), Konstantinus memberi bahasa tersebut rona keagamaan yang besar. Ecclesiastic al Greek lahir.
2. Ketika Kekaisaran terpecah antara Timur dan Barat, Yunani kehilangan status We'Itsprache-nya. Litin digunakan di Barat (Roma), Yunani di Timur (Constantin ople).
E. Bahasa Yunani Modern (1453 CL hingga sekarang)
Pada 1453 orang-orang Turki menyerbu Byzantium. Bahasa Yunani tidak lagi terisolasi dari seluruh dunia. Renaissance lahir di Barat ketika para cendekiawan melarikan diri dengan salinan klasik Yunani di bawah tangan mereka; Reformasi lahir di Eropa utara ketika para cendekiawan Kristen (seperti Erasmus dan Luther) disadarkan akan naskah-naskah Yunani PB.
Meskipun demikian, meskipun Yunani keluar dari Timur, Eropa tidak bisa masuk. Dengan kata lain, salinan literatur Yunani kuno akhirnya membawa Eropa keluar dari zaman kegelapan, tetapi Eropa tidak berdampak pada bahasa hidup. Turki sebagian besar memotong Timur dari seluruh Eropa, memperlambat pertumbuhan bahasa (yaitu, sampai 1820, ketika orang-orang Yunani memberontak melawan Turki dan mendapatkan kembali kebebasan mereka). Efek bersihnya adalah bahwa “pidato populer Yunani modern tidak berbeda secara materi dari Bizantium vernakular. dan dengan demikian terhubung langsung dengan icotvii vernakular. "9 Dengan cara analog Hoerber menunjukkan bahwa" bahasa Yunani memiliki lebih sedikit perubahan lebih dari tiga ribu [1]
Dilihat dari perkembangan bahasa, dipastikan bahwa abjad Yunani berasal dari abjad Fenesia, yang memberi sumbangan besar dalam pembentukan abjad-abjad yang digunakan di Eropa dan Timur Tengah, termasuk abjad Latin yang kita gunakan saat ini.
Abjad Yunani yang kita kenal sekarang ini muncul sejak munculnya epik Homer (sekitar tahun 800 SM). Perubahan yang sangat besar, sebagai adaptasi terhadap abjad Fenesia, adalah diperkelakannya huruf-huruf vocal, yang tanpanya tidak bisa dibaca. Sebagai rumpun bahasa Indo-Eropa, sejak awalnya mereka membedakan huruf-huruf konsonan dan huruf-huruf Voka.
B. Abjad Yunani
Abjad yunani terdiri dari 24 huruf yang telah digunakan oleh orang-orang Yunani sejak abad ke-9 atau abad ke-8 awal SM. Huruf Yunani meliputi 17 buah konsonan dan 7 buah vocal. Masing-masing huruf memiliki variasi bentuk (Huruf kapital dan huruf Kecil).
Di bawah ini adalah tabel daftar abjad Yunani:
Nama huruf
|
Huruf Besar
|
Huruf kecil
|
Transkripsi
|
Alpha
|
A
|
a
|
A
|
Beta
|
B
|
b
|
B
|
Gamma
|
G
|
g
|
G
|
Delta
|
D
|
d
|
D
|
Epsilon
|
E
|
e
|
E
|
Zeta
|
Z
|
z
|
Z
|
Eta
|
H
|
h
|
E (panjang)
|
Theta
|
Q
|
J
|
Th
|
Iota
|
I
|
i
|
I
|
Kappa
|
K
|
k
|
K
|
Lambda
|
L
|
l
|
L
|
Mu
|
m
|
m
|
M
|
Nu
|
N
|
n
|
N
|
Xi
|
X
|
x
|
Ks
|
Omicron
|
O
|
o
|
O
|
Pi
|
P
|
p
|
P
|
Rho
|
R
|
r
|
R
|
Sigma
|
S
|
s
|
S
|
Tau
|
T
|
t
|
T
|
Upsilon
|
U
|
u
|
U
|
Phi
|
F
|
f
|
Ph
|
Chi
|
C
|
c
|
Ch
|
Psi
|
Y
|
y
|
Ps
|
Omega
|
W
|
w
|
O (panjang)
|
Pada umumnya, tulisan-tulisan Yunani sekarang ini menggunakan huruf kecil kecuali untuk menuliskan nama-nama tempat dan orang di mana huruf pertama menggunakan huruf besar.
Bahasa daerah Yunani Koine adalah bahasa sehari-hari yang dikembangkan dari bahasa Yunani Attik, demikian juga hurufnya. Bahasa Yunani Attik adalah bahasa daerah yang digunakan di Atena pada tahun 300 SM.
1. Cara menulis Abjad Yunani
Bila diperthatikan dengan seksama, ada 4 pembegian dalam penulisan abjad Yunani, diantaranya:
a. Sebelas huruf Yunani yang memiliki tinggi dan lebar yang sama dan ditulis memenuhi baris penulisan serta tidak melewati garis atas dan bawah, diantaranya:
Aa , Ee, Ii , Kk , Nn , Oo , Pp , Ss , Tt , Uu , Ww
b. Tiga huruf Yunani yang memiliki ukuran dua kali lebih tinggi dari huruf-huruf yang pertama, yaitu ditulis pada dua baris penulisan dan bertumpu pada baris bawah penulisan. Huruf-huruf tersebut adalah:
Dd, Qq, Ll
c. Tujuh huruf Yunani yang ditulis dengan bertumpu pada baris atas dan menonjol pada baris bawah penulisan, yaitu:
Gg, Hh, Mm, Rr, SV, Ff, Cc
Catatan:
1). Tonjolan huruf h dab V tidak sepanjang huruf lainnya
2). Penulisan huruf V hanya digunakan pada akhir kata
Contoh : karpoV, pistiV, sarkoV, uatoV
d. Empat huruf Yunani yang ditulis agak menonjol ke atas dan ke bawah dari barisan penulisan. Yaitu:
Bb, Zz, Xx, Yy
Catatan :
Huruf kapital hanya digunakan untuk menuliskan nama diri atau nama tempat. Dalam penulisan bahasa Yunani, kata atau kalimat sesudah titik atau dalam memulai kalimat baru, tetap dimulai dengan huruf kecil. Penulisan dalam bahasa Yunani tidak seperti kaidahyang digunakan dalam bahasa Indonesia.
II. Vokal atau Diftong
a. Vokal
Abjad Yunani memiliki 7 huruf Vokal, antara lain: a, i, u, e, o, h, w. Ketujuh vokal tersebut adalah huruf-huruf yang berdiri sendiri, bukan sebagai tanda vokal yang diciptakan untuk membantu pengucapan, seperti tanda vokal dalam bahasa Ibrani. a dan o adalah vokal (yang selalu) pendek sedangkan a,i,u adalah vokal yang bisa pendek dan panjang. h dan w adalah vocal (yang selalu) panjang. Ketujuh vokal di atas bisa dibedakan menjadi:
1). Vokal terbuka (open - vowel), yakni: a, e, o, h, w , karena diucapkan dengan mulut terbuka.
2). Vokal tertutup (close – vowel), yakni: i, u, diucapkan dengan mulut tertutup
b. Diftong (vokal rangkap)
Diftong adalah dua vokal yang berbeda diucapkan secara bersama-sama. Vocal diftong juga disebut vokal rangkap . Pada awalnya, ada enam macam diftong dalam bahasa Yunani, namun seiring perkembangannya menjadi delapan macam. Yakni:
1. aί 5. aύ
2. eί 6. eύ
3. oί 7. hύ
4. uί 8. oύ
III. Konsonan
Harus diingat bahwa g di depan g, k, dan c akan dibaca menjadi “ng”. Misalnya : aggelw dibaca anggeloo ; άgkura dibaca angkura; άgcara dibaca angchara. Jika s diucapkan di depan b atau m, maka akan diucapkan lembut menjadi “z”, misalnya kosmoV dibaca kozmos; άsbestoV dibaca azbestos.
Pemakaian sigma pada awal atau tengah suatu kata adalah bentuk s. Sedangkan pada akhir kata berbentuk V.
Ketujuh-belas konsonan bahasa Yunani digolongkan menjadi 3 macam , yakni:
1. Konsonan Alir (ligwida)
Yakni konsonan yang diucapkan dengan membiarkan udara mengalir bebas dan tidak kaku. Yang termasuk dalam konsonan ini adalah : l, m, n, r.
2. Konsonan tak bersuara (konsonan Mati)
Di sebut konsonan mati, karena saat pengucapannya diucapkan secara singkat dan dengan bunyi mati.
Konsonan ini juga dibagi menjadi 3 bagian sebagaimana digambarkan dalam bagan berikut ini:
Konsonan mati
|
lunak
|
menengah
|
Keras
|
Palatal (tenggorokan)
|
k
|
g
|
c
|
Labial (bibir)
|
p
|
b
|
f
|
Dental (bunyi gigi)
|
t
|
d
|
q
|
3. Konsonan Gabungan (sibilant konsonants)
Yaitu konsonan yang mengandung bunyi ‘s’ terdidi dari 4 konsonan Yunani yakni x, s, y, z. Konsonan ini juga disebut konsonan rangkap, karena terdiri dari dua paduan konsonan, yakni konsonan mati dan konsonan s. Misalnya :
z= t+V; d+V; dan q+V.
x= k+V; g+V; c+V.
y= p+V; b+V; f+V.
C. Tanda hembus (Breathing Marks)
Bahasa Yunani memiliki dua tanda awal/pernapasan (hembus), yaitu tanda pernapasa lunak (tidak berbunyi) diberi tanda “ ’ “ dan yang kedua tanda pernapasan keras (berbunyi) diberi tanda “ ’“. Tanda ini diletakkan di atas vokal tunggal atau vokal kedua dalam diftong. Tanda pernapasan lunak tidak dilafalkan. Untuk tanda pernapasan keras harus diucapkan dengan bunyi “ h “ pada waktu memulai kata tersebut.
Dalam abjad Yunani tidak dikenal adanya konsonan “ h”. Bunyi huruf “ h “ ini diciptakan demberi tanda ( ‛ ) di atas vokal. Misalnya ódibaca ho; ἡἡmera dibaca he hemera.
Tanda pernapasan lembut ini diidentifikasikan oleh tanda (’) di atas vokal, misalnya:
ἀnJrwpoV
D. Tanda Baca
Manuskrip awal Yunani Perjanjian Baru dibaca anthoopos. Tidak menggunakan tanda baca. Tanda baca Yunani terdiri dari empat macam, antara lain:
1. Tanda titik ( . ) dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan.
2. Tanda koma ( , ) dipakai untuk memisahkan baik anak kalimat dari induk kalimat maupun kalimat-kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.
3. Tanda tanya ( ; ) yang kelihatannya sama dengan tanda titik koma dalam bahasa Indonesia, mengakhiri kalimat tanya. Perlu diperhatikan bahwa biasanya dengan tanda ini saja, mekna kalimat berubah, dari pernyataan menjadi pertanyaan.
4. Tanda titik dua/titik koma (̇ ) memiliki fungsi yang hampir sama dengan tanda titik dua dalam bahasa Indonesia; letaknya di atas.
5. Tanda seru, tanda hubung, tanda pisah, tanda kurung dan tanda petik biasanya tidak dipakai.
E. Tanda Aksen
1. Aksen Akut adalah aksen yang dipergunakan untuk menyatakan nada suara menaik dilambangkan dengan ” ′“.
Aksen Akut senantiasa hanya menempati vokal pendek atau vokal panjang.
ἀgioV, lοgoV.
2. Aksen graf dipergunakan untuk menyatakan nada suara turun atau lembut dilambangkan dengan “‵“.
Aksen Akut akan berubah menjadi Aksen Graf apabila tidak terdapat tanda baca yang mengantarainya dengan kata berikutnya. Aksen tersebut berbeda dengan aksen sirkumpleksus yang tidak akan berubah menjadi aksen graf.
Contoh : lógoV doulou (salah)
lògoV doulou (benar)
ὁcristòV ἀgaJoV (benar)
3. Aksen Sirkumpleksus. Ini merupakan gabungan antara infleksi turun naik dilambangkan dengan “ ͡ ”. Tanda ini juga sering menandai perpaduan atau perubahan vocal. Misalnya : eίberarti ‘jikalau’; e͡i berarti ‘engkau ada’
Aksen sirkumpleks biasanya hanya diperkenankan menempati silabel panjang.
Contoh : doûloV (benar), lôgoV (salah).
F. Tanda pengenal
Ada 3 tanda pengenal yang muncul dalam naskah Yunani Perjanjian baru yakni:
1. Tanda elison adalah tanda ( ’ ) yang berfungsi sebagai pengganti vokal akhir sebuah kata yang dihilangkan karena kata yang mengikutinya
diawali denagn vokal atau diftong. Misalnya : di’ autou, bukan dia autou (bentuk aslinya). Tanda elison menggantikan vokalα.
2. Tanda diaresis
Tanda diaresis adalah tanda yang digunakan sebagai tanda perpaduan vokal dalam sebuah kata dengan yang bukan vokal rangkap dan ditulis pada vokal kedua yang ditandai dengan “ ¨” .
Tanda diaresis ( ¨) muncul di atas vokal yang diapit oleh dua vokal untuk menyatakan bahwa vokal tersebut berdiri sendiri, atau bukan suatu diftong. Misalnya :’IsaϊaV (Isaiah; Yesaya) terdidi dari empat suku kata (silable), yaitu Ί- sa - ϊ- aV
3. Tanda kronis ( ’ ) berfunfsi untuk menunjukkan adanya pengkombinasian antara dua kata, yakni dengan cara menghilangkan bagian suku kata. Tanda kronis tersebut tidak disertai tanda tekanan.misalnya : kagw adalah kombinasi antara kai dan agw.
GRAMATIKAL
Ciri kata kerja Yunani yang mengalami variasi infleksi, menjadikan sarana yang jitu untuk menyatakan buah pikiran. Infleksi itu menjelaskan berbagai unsur yang terkandung di dalam gagasan kata kerja tersebut. bahasa Yunani mengandung beberapa unsur: bentuk-bentuk kata kerja yang dapat dikategorikan menurut:
1. Persona ‘orang’: relasi antara pembicara dan pelaku; menjelaskan adakah subyek yang berbicara (orang pertama), lawan bicaranya (orang kedua), atau yang dibicarakan (orang ketiga).
- Numerus ‘jumlah’: adalah unsur kata kerja yang menjelaskan tentang tunggal atau jamaknya subjek.
- Modus ‘ragam’: adalah unsur kata kerja yang menjelaskan hubungan antara tindakan dan realitasnya. Adakah tindakan itu digambarkan seperti sungguh-sungguh terjadi ataukah sebagai suatu kemungkinan? Modus menjelaskan hal ini. Misalnya: “ia sedang melepaskan burung” menjelaskan bahwa tindakan itu sungguh-sungguh terjadi. Atau “lepaskan burung itu” mrnjrlaskan bahwa tindakan itu belum menjadi kenyataan, tetapi berpotensi untuk menjadi kenyataan. Ada beberapa modus yang digunakan untuk menyatakan gagasa tindakan potensial tersebut dengan berbagai nuansa arti, namun hal itu akan diselidiki dipelajaran yang lain. Untuk tahap ini belajar modus indikatif ialah modus yang menegaskan realitas tindakan dari sudut pandang pembicara.
- Tempus ‘tense’/’kala unsur’: adalah kata kerja yang berkena – mengena dengan tindakan yang dinyatakan. Dua pokok yang terlibat yaitu waktu dan tindakan, ada tiga kemungkinan: lampau, kini dan future (yang akan datang).
F. Tata Bahasa
I. Pola perubahan Kata Kerja
Kata kerja Yunani selalu berhubungan dengan beberapa unsur tertentu. Sebagaimana kata kerja dalam bahasa inggris, kata kerja Yunani memiliki dan sekaligus menyatakan unsur-unsur:
1. Tence
2. Voice
3. Mood
4. Person
5. Number
Semuanya itu dinyatakan dalam bentuk pemikiran, pengucapan,dan bahkan aksentuasi. Contoh:
1. Perubahan akhiran:
I believe (simple present) menjadi I believed (simple past tence)
2. Perubahan pengucapan (Vocal): I see (simple present) menjadi I saw (simple past)
3. Perubahan huruf s pada kalimat He loves (simple Past) menunjuk pada kata ganti orang (diri) ketiga tunggal dari kata kerja I Love
Dalam bahasa Yunani, perubahan akhiran dan tanda tekanan menyatakan perubahan kelima unsur kata kerja di atas
1.1 Tense
Tense adalah kualitas kata kerja yang menggambarkan perbuatan.
Kala suatu perbuatan menunjuk kepada apakah ia terjadi:
a. Di waktu lampau (past tence)
b. Sekarang (present tence)
c. Akan terjadi (future tense)
Sementara jenis perbuatan menunjuk kepada apakah suatu perbuatan tersebut:
a. Sedang terjadi dan akan terus terjadi (linear or continuing action)
b. Terjadi hanya dalam suatu waktu tertentu (punctiliar action)
c. Pernah terjadi dan masih berkelanjutan hingga pada masa kini (perfective action)[1]
Ketiga jenis perbuatan tersebut dapat dijelaskan melalui gambar berikut ini:
Linear action : ( __________________________________ )
Misalnya :
Ø luw; I am loosing (saya sedang melepaskan)
Perbuatan “melepaskan” ini sedang terjadi sekarang dan masih akan berlanjut.
Ø eluon; I was loosing (saya sedang melepaskan)
Perbuatan “melepaskan” ini sedang terjadi di waktu lampau
Ø pisteuw; I believe (saya percaya)
Perbuatan “percaya” ini sedang terjadi dan akan terjadi secara terus menerus.
Jadi linear aztion menggambarkan suatu jenis perbuatan apakah terjadi di waktu lampau (past time) atau saat ini (present Time) yang sedang dan masih akan berlangsung, seperti garis di atas.
Misalnya:
Ø ἐlusa; I loosed (saya melepaskan)
Perbuatan “ melepaskan” ini hanya terjadi di waktu lampau dalam waktu yang sangat singkat
Ø ἐleusomai; I shall come (saya akan datang)
perbuatan “ datang” akan terjadi sekali saja di waktu yang akan datang dalam waktu yang singkat.
present tense, dalam bahasa Yunani, adalah benarakar kata kerja, dari mana semua bentuk kata lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, adalah terbentuk. Tetapi dalam banyak kata kerja, terutama yang lebih kuno, perubahan berasal dari waktu.[2]
Jadi, punctiliar action menggambarkan suatu perbuatan apakah terjadi diwaktu lamau atau nanti dalam waktu yang singkat, dan sungguh-sungguh selesai secara sempurna.
Perfective action: ( •____________________ )
Misalnya :
Ø Tense
Ø bebabtismai ἐn tῳ Cristῳ ; I have been babtized in Christ (saya telah dibabtis di dalam Kristis)
Perbuatan “dikuduskan” dan “dibabtis’ telah terjadi secara sempurna.
Ada 6 tense dalam bahasa Yunani, antara lain:
1. Present Tense:
Untuk menunjukka bahwa suayu pekerjaan sedang dilakukan atau dilakukan berulangkali (terus menerus) dalam waktu kini atau dikemudian hari pasti terjadi
Contoh : luw = saya sedang melepaskan
2. Imperfect tense
Untuk menunjukkan bahwa suatu pekerjaan atau perbuatan sedang atau berulang kali (terus-menerus) dilakukan pada waktu dahulu/lampau
Contoh: ἐluon = saya telah melepaskan
3. Future Tense
Untuk menunjukkan bahwa sesuatu akan dikerjakan atau akan terjadi
Contoh : lusw = saya akan melepaskan
4. Aorist Tense
Untuk menyatakan bahwa suatu hal pernah terjadi atau pernah dilakukan (lampau selesai)
Contoh: ἐlusa = saya dulu pernah melepaskan
5. Perfect Tense
Contoh: untuk menunjukkan keadaan sekarang yang diakibatkan oleh sesuatu yang dilakukan pada waktu dahulu/lampau
Contoh: leluka = saya telah melepaskan
6. Pluperfect tense
Suatu keadaan dahulu yang diakibatkan oleh sesuatu yang terjadi atau dilakukan sebelunya.
Contoh: (ἐ)lelukein = saya telah melepaskan,
Tens/Kala dalam bahasa Yunani dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Aoris tense xl
2. Pluperfek tense x
3. Imperfek tense x x x x
4. Perfek tense x
5. Presen tense x
6. Future tense x
lampau
|
kini
|
Yang akan datang
|
Keterangan : x : Terjadinya peristiwa atau aksi
2.2. Voice
Voice adalah kualitas kata kerja yang menyatakan hubungan antara subyek dengan perbuatan/tindakan yang dilakukannya, yakni active, passive atau middle.
1. Active voice (aktif)
subyek bertindak sebagai pelaku
contoh : legw = I say ( Saya mengatakan)
pisteuw = I Believe (saya percaya)
Perbuatan “mengatakan” (to say) dan “ percaya” (to believe) sungguh-sungguh atau secara aktif dilakukan oleh saya (I)
2. Passive Voice (pasif)
Subyek sebagai penderita atau penerima tindakan
Contoh :
a. luetai = I am being loosed ( saya dilepaskan/saya sedang dilepaskan)
Perbuatan “melepaskan” diterima atau dikenakan kepada saya (I) atau denagn kata lain “dilepaskan” dialami oleh saya (I)
b. didskomeJa = we are being taught (kita diajar/kita sedang diajar)
Perbuatan “ mengajar” diterima atau dikenakan kepada kita (We)
3. Middle voice (medial)[3]
Subjek bertindak sebagai pelaku tindakan dan sekaligus juga sebagai penderita
Contoh :
a. luomai = I loose my self/ I loose for my self (saya melepaskan diri sendiri
Perbuatan “melepaskan” dilakukan dan dikenakan kepad diri sendiri (my self)
b. Ia menggantung dirinya (Matius 27:5)
3.3. Mood (modus)
Mood atau modus adalah unsur kata kerja yang menghubungkan gagasan tindakan realita/nyata atau sikap yang dimaksud. (hubungan antara tindakan denagn kenyataan)
Mood atau modus bahasa Yunani terdiri dari:
1. Indikatif : menyajikan tindakan sebagai suatu kepastian atau menunjukkan suatu tindakan yang benar-bnar terjadi.
Jika sebuah perbuatan dilakukan ecara sungguh-sungguh apakah dimasa lampau (past), saat ini (present), atau nanti (future) kata kerja itu disebut indicative mood.
Contoh:
a. luw = I am loosing (saya sedang melepaskan- terjadi saat ini)
b. ἐlusa = I loosed (saya dilepaskan – terjadi di masa lampau)
c. lusw = I will loose (saya akan melepaskan – akan terjadi dimasa depan)
2. Potensial ( mungkin terjadi )
Sebuah perbuatan dinyatakan mungkin bisa (potensial) terjadi.
Jenis kata kerja ini disebut, antara lain:
a. Subjunctive mood
Perbuatan hanya bisa terjadi secara objektif jika syaratnya terpenuhi
Misalnya:
luimai = I may bee loosed (saya mungkin dilepaskan)
Perbuatan “dilepaskan” bisa ya bisa tidak terjadi ; hanya mungkin terjaadi jika menahannya “mau” melepaskan.
b. Imperative mood
Perbuatan terjadi karena perintah (keharusan) atau anjuran, namun hal itu bisa terjadi atas kemauan sendiri.
Misalnya:
lueto = loose him (lepaskan dia) atau let him loose (biarkan dia)
Perbuatan “ melepaskan’ terjadi atas kemauan sendiri dari orang yang diberi perintah dan bisa juga harus terjadi karena wibawa orang yang memberi perintah. Artinya, sifat perintah dianggap sebagai keharusan.
c. Optative mood
Perbuatan tampaknya tidak mungkin terjadi (saat ini dengan segera), namun secara subjektif mungkin.
Misalnya: oh, may be Christ would come ! (oh, mungkin Kristus akan datang)[4]
4.4. Person
Person adalah kualitas kata kerja yang menyatakan apakah subjek sedang berbicara (orang pertama; first perso), adalah lawan bicara (orang kedua; second person), atau sedang dibicarakan (orang ketiga; third person).[5]
Singular/Tunggal
| ||
Orang ke-1
|
I take
|
saya mengambil
|
Orang ke -2
|
You Take
|
engkau mengambil
|
Orang -3
|
He/She/It takes
|
Dia mengambil
|
Plural/Jamak
| ||
Orang ke-1
|
We Take
|
Kita/kami mengambil
|
Orang-2
|
You Take
|
Engkau mengambil
|
Orang-3
|
They Take
|
Mereka mengambil
|
5.5 Number
Number adalah kualitas kata kerja yang menyatakan apakah subyek tunggal atau jamak; satu disebut tunggal dan lebih dari satu disebut jamak
G. Pola konjugasi Present Active Indicative
Singular
| ||
Person
|
Yunani
|
English/indonesia
|
I
|
luw
|
I am loosing /Saya sedang melepaskan
|
II
|
lueiV
|
You are loosing/ engkau sedang melepaskan
|
III
|
luei
|
He/She/It loosing/ Dia sedang melepaskan
|
Plural
| ||
I
|
luomen
|
Kami/kita sedang melepaskan
|
II
|
luete
|
Kamu sekalian sedang melepaskan
|
III
|
luousi (n)
|
Mereka sedang melepaskan
|
Perhatian:
1. "n" yang dalam kurung dalam bentuk orang ke-3 jamak ada kalanya dipakai ada kalanya tidak.
2. Setiap perkataan Bahasa Yunani dalam daftar itu terdiri dari dua bagian, yaitu:
a. Kata dasar lu yang tidak berubah dan yang menyatakan arti dasar perkataan itu yakni: "melepaskan".
b. Akhiran -w, -eiV, -ei dan sebagainya. Akhiran itu berubah sesuai dengan subyek.
3. Dalam Bahasa Yunani terlihat jelas dari akhiran kata kerja, apakah subyek orang ke-1, ke-2, atau ke-3, juga tunggal atau jamak. Sebab itu tidak ditambahi lagi dengan kata ganti orang untuk subyeknya, kecuali apabila perlu ditegaskan. Jadi seakan-akan kata ganti orang sebagai subyeknya sudah ada dalam kata kerja yang dipakai.
4. Dalam Bahasa Yunani hampir semua kata kerja mempunyai akhiran-akhiran yang sama dalam bentuk-bentuk Present Indikatif Aktif. hanya perlu dihilangkan bentuk w terakhir dari bentuk orang ke-1 tunggal untuk mengetahui kata dasarnya. Lalu ditambah akhiran-akhiran yang lain dalam kata dasar itu.
5. Dalam Bahasa Yunani bentuk orang ke-2 tunggal selalu dipakai ketika berkata-kata kepada satu orang, dan bentuk orang ke-2 jamak hanya dipakai ketika berkata-kata kepada lebih dari satu orang.
6. Arti Kala Kini dalam Bahasa Yunani lebih menunjuk kepada sesuatu yang sedang dilakukan. Jadi lebih mendekati Present Continous dari pada Simple Present. Yaitu suatu pekerjaan / perbuatan yang sedang dilakukan atau yang dilakukan berulang- ulang dalam waktu sekarang.
Berdasarkan pola perubahan pada tabel di atas, luw, lueiV, luei, luomen,luete, luosi adalah kata kerja di dalam bentuk present active indicative first singular dan akar katanya adalah lu
Bentuk orang ke-2 tunggal dan jamak dalam bahasa Ingris dan Indonesia diterjemahkan dengan “kamu”. Akan tetapi dalam bahasa Yunani orang kedua tunggal dan jamak harus dibedakan karena orang kedua tunggal adalah “engkau” dan orang kedua jamak adalah “kamu sekalian/kalian”
Jadi bila kita menyimpulkan contoh di atas, kita dapat menemukan serta menyimpulkan suatu rumus menegenai perubahan kata kerja tens/kala Present aktive indicative yang akan memudahkan kita untuk memahaminya. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Pangkal kata + akhiran primer Aktif
|
Contoh: blep + w = blepw
ἀpostell + w = ἀpostellw
Latihan 1
1. Buatlah perubahan dari kata-kata berikut ini, dimulai dalam bentuk orang pertama tunggal hingga orang ketiga jamak seperti contoh di atas.
grafousi, ἐgeiromen, pempousin, ἀgomen, didaskete, ἀ koumen, blepw, krinw, lambanw, ferw
2. Analisa dan terjemahkanlah kata-kata berikut ini ke dalam bahasa Indonesai
ginwskete, ἐgeirei, grafeiV, didaskete, lambanomen, ἀkousi, krineiV, menw, ἀnaginwskousin, ferete
II. Kata Kerja berakhiran ew
Kata kerja mempunyai kata dasar yang berakhiran -e, apabila akhiran-akhiran ditambahkan pada kata dasar yang demikian, maka terjadilah beberapa perubahan, sebagai berikut:
-e + e --->-ei
-e + o --->-ou
-e + huruf hidup panjang atau huruf hidup rangkap, --->-e itu dihilangkan.
Tunggal
Orang ke-1 filew --->filw
Orang ke-2 fileei --->filei
Orang ke-3 fileei --->filei
Jamak
Orang ke-1 fileomen --->filoumen
Orang ke-2 fileete --->fileite
Orang ke-3 fileousi(n) --->filousi(n)
Terjemahkan soal di bawah ini dari Bahasa Ingris ke Bahasa Yunani!
| |||
Bahasa ingris
|
Bahasa yunani
|
Bahasa indonesia
|
Bahasa yunani
|
She knows
|
mereka membawa
| ||
We are seeing
|
Kami menggerakkan
| ||
They see
|
Saya melindungi
| ||
You throw
|
Kamu sekalian marah
| ||
I judge
|
Dia memenuhi
| ||
They hear
|
Saya sedang mengikuti
| ||
We take
|
Kami menjelaskan
| ||
You are eating
|
Mereka menumpahkan
| ||
He haves
|
Kami sedang berusaha
| ||
We lead
|
Dia menyelesaikan
| ||
Latihan 2
Kosa Kata
anaginwskw
|
Sya sedang membaca
| ||
babtizw
|
Saya sedang membabtis
| ||
knrussw
|
Saya sedang berkhotbah
| ||
ballw
|
Saya sedang melempar
| ||
kalew
|
Saya sedang memanggil
| ||
gennaw
|
Saya sedang melahirkan
| ||
agorazw
|
Saya sedang membeli
| ||
fulassw
|
Saya sedang menjaga
| ||
agw
|
Saya sedang memimpin
| ||
etoimazw
|
Saya sedang mempersiapkan
| ||
akouw
|
Saya sedang mendengar
| ||
qelw
|
Saya sedang berkehendak
| ||
amartanw
|
Saya sedang berdosa
| ||
apostellw
|
Saya sedang mengirim
| ||
didaskw
|
Saya sedang mengajar
| ||
pisteuw
|
Saya percaya
| ||
eggizw
|
Saya mendekat/mendekati
| ||
perisseuw
|
Saya berlimpah-limpah
| ||
ferw
|
Saya membawa,memikul
|
[1] James A.brooks, Syntax of New Testament Greek (New Orleans: New Orleans Babtist Theological Seminary, 1972), 71
[2] Greville Ewing, Greek Grammer, Greek , Greek and English, London : Glasgow, 1812, 46
[3] Stanley Porter, Idioms of the Greek New Testament, London : Isot Press, 1999, 67
[4]Willeam W. Goodwin, Syntax of the mood and Tenses od the Greek verb, Oregon: Wipf and Stock Publizer, 2003, 375
E. KATA BENDA
Yang dimaksud dengan kata benda adalah semua penamaan benda yang hidup, mati, bergerak maupun tidak bergerak, yang konkrit dan yang abstrak. Contoh: manusia, meja, gunung, roh, malaikat. Ciri-ciri kata benda dalam bahasa Yunani adalah:
1. kata benda memiliki gender (jenis kelamin) yaitu: maskulin, feminin, dan netral
- Kata benda memiliki: artikel sesuai dengan gendernya. Artikel berubah sesuai dengan kasus
- Kata benda memiliki: kasus (cases) yaitu: nominatif, genetif, ablatif, akusatif, datif, instrumental, lokatif dan Vokatif.
Pengertian:
1. Nominatif adalah kasus penunjukkan.sebuah kata benda dalam kasus ini menandakan subyek kata kerja.
Kasus Nominatif adalah kasus penamaan. Penggunaan utamanya untuk menunjukkan subyek kalimat atau klausa. o` a;nqrwpoV ginwskei adalah kalimat bahasa Yunani, dan nominatif bertindak sebagai subyeknya. Ada sejumlah penggunaan yang lain namun itu akan dipelajari kemudian.
2. Vokatif adalah kasus objek langsung
Kasus Vokatif ialah kasus sebutan/sapaan, ἀdelfe, blepw oἰkon . “Saudara, saya melihat sebuah rumah” kasus ini jamaknya memiliki bentuk yang sama dengan nominatif. Bentuk tunggalnya memiliki infleksi yang beragam, ada yang sama dengan nominatif dan ada yang memiliki bentuk yang berbeda, fungsinya berbeda dengan nominatif. Ini menamai kepada siapa perkataan itu diarahkan
Contoh : Saoul ἀdelfe, (brother Saul!)
Kasus kata benda ἀdelfe adalah kata benda engan kasus vokatif
3. Genetif adalah kasus penggambaran dan penjelasan tentang kepemilikan
Genetif adalah kasus penjelasan. Ia digunakan untuk memberi ciri khusus terhadap kata yang dijelaskannya. adalah frasa, yang di dalamnya bentuk genitif anqrwpou menjelaskan oἰkoV , yaitu menerangkan milik siapa rumah itu; “rumah orang itu”, atau “rumah milik orang itu”. Ada sejumlah nuansa arti dari kasus ini, namun hal itu akan diselidiki juga pada bagian lain. Contoh :
έν logw ἀλητειας (dalam perkataan kebenaran)
4. Abilatif adalah kasus pemisahan. Bentuknya persis sama dengan kasus genetif, namun fungsinya berbeda. Kata benda dalam kasus abilatif diterjemahkan “from”... sedangkan dalam kasus genetif diterjemahkan “of....”. Kata benda dalam kasus abilatif sering diikuti oleh kata depan (misalnya: ἀpo, έκ ) untuk menunjukkan gagasan pemisahan tempat.
Ia menggunakan bentuk yang sama dengan genitif, namun fungsinya berbeda. o` ἀnqrwpoV pempei ton doulon aὐtou tou oἰkou . “orang itu mengutus hambanya dari rumah itu.” tou oikou adalah ablatif. Karena menjelaskan pemisahan. Nantinya ada preposisi yang digunakan untuk membantu kata benda dalam menunjukkan fungsi kasus itu nyata terlihat adanya.
5. Datif adalah kasus kepentingan. Objek tidak langsung kata kerja dijelaskan dalam kasus datif.
Datif adalah fungsi kepentingan dan juga digunakan untuk menyatakan obyek penyerta (obyek tidak langsung) dari suatu kata kerja. ὁ ἀpostoloV legei logouV toiV ἀnqrwpoiV . “Rasul itu mengucapkan kata-kata kepada orang-orang itu”. toiV ἀnqrwpoiV adalah obyek penyerta kata legei)
Contoh : legei aὐtoiV ; he said to him. kata depan ‘to’ (kepada) tidak dijelaskan dalam bahasa Yunani.
6. Lokatif adalah kasus lokasi atau posisi
Lokatif adalah kasus tentang lokasi atau posisi. Bentuknya sama dengan datif, o` ἀnqrwpoi didaskousin tῳ oἰkῳ , berarti “orang itu mengajar di dalam rumah itu”.
7. Instrumental adalah kasus alat atau sarana. Contoh: Efesus 2:5
cariti έστε sesosmenoi (by grace you are the man who are saved)
Kasus Instrumental yang juga menggunakan bentuk infleksi ketiga, kasus yang menjelaskan sarana atau alat, ὁ ἀnqrwpoV didaskei logoiV . “Orang itu mengajar dengan menggunakan kata-kata.” Kasus itu menjelaskan sarana yang digunakan untuk menyampaikan pengajaran itu.
8. Akusatif adalah kasus pembataasan atau penghentian. Kata benda dalam kasus ini mengidentifikasikan akhir dari suatu kegiatan yang dimaksud oleh kata kerja, atau sering disebut objek langsung.
Ia menandai batas atau akhir dari suatu tindakan. Penggunaan utamanya ialah untuk menyatakan obyek langsung, penderita suatu kata kerja, ὁ ἀnqropoV legei logouV . “Orang itu mengucapkan kata-kata” yang dikatakannya terbatas tidak lain daripada “kata-kata”.
Amatilah perbedaan di antara kasus akusatif (obyek langsung) dengan kasus datif (obyek tak langsung) dengan baik-baik. Kalau kita berkata, “Ia memberikan bunga itu pada pacarnya” maka bunga (yang diberikan) akan berbentuk akusatif karena berfunsi sebagai obyek langsung, sedangkan pacar akan berbentuk datif karena berfungsi sebagai obyek tak langsung. Dengan kata lain, pacar itu menerima/menderita tindakan tetapi secara tidak langsung karena bukan pacar yang dijatuhkan.
A. Kata Benda Deklensi (Kelompok Kata )II
Kata benda deklensi II sering disebut deklensi ’ o ‘ karena akhirannya didominasi oleh bunyi “O”. Pada umumnya yang didominasi vokal “o” umumnya bergender maskulin dan neteral tidak banyak bergender feminin. Misalnya : ὁ logoV adalah maskulin, to dwron adalah netral, sedangkan ἡ ὁdoV adalah feminin.
1. Akhiran yang digunakan dalam infeksi kata benda deklensi kedua adalah:
Netral
| ||||
Kasus
|
Tunggal
|
Jamak
|
Tunggal
|
Jamak
|
Nominatif
|
oV
|
oi
|
on
|
a
|
Genetif
|
ou
|
wn
|
ou
|
wn
|
Datif
|
ῳ
|
oiV
|
ῳ
|
oiV
|
Akusatif
|
on
|
ouV
|
on
|
a
|
2. Kata benda maskulin deklensi II dan aksentuasinya (maskulin dan neuter)
Tunggal
| ||||
Netral
| ||||
Kasus
|
Kata sandang
|
Kata benda
|
Kata sandang
|
Kata benda
|
Nominatif
|
ὁ
|
karpoV
|
to
|
teknon
|
Genetif/A
|
tou
|
karpou
|
tou
|
teknou
|
Datif/L/I
|
tῳ
|
karpῳ
|
tῳ
|
teknῳ
|
Akusatif
|
ton
|
karpon
|
to
|
teknon
|
Vokatif
|
karpe
| |||
Jamak
| ||||
Nominatif
|
oἱ
|
karpoi
|
ta
|
tekna
|
Genetif/A
|
twn
|
karpwn
|
twn
|
teknwn
|
Datif/L/I
|
toiV
|
karpoiV
|
toiV
|
teknoiV
|
Akusatif
|
touV
|
karpouV
|
ta
|
tekna
|
Catatan:
a. Deklensi kata benda bergender netral deklensi II kurng lebih mirip dengan deklensi kata benda bergender maskulin.
Perbedaan hanya terletak pada bentuk nominatif dan akusatif.
b. Bentuk kata sandang kata benda netral ditandai oleh tanda tekanan turun (grave), dan vokal α pada kata sandang dan akhiran kata bendanya selalu pendek
3. Kata benda feminin deklensi II dan aksentuasinya.
Kata benda feminin deklensi II relatif jarang dalam PB. Kata yang sering muncul seperti; ἡ ἐrhmoV dan ἡ ὁdoV .
Tunggal
| ||
Kasus
|
Kata sandang dan kata benda feminin berdeklensi II
| |
A
|
B
| |
Nominatif
|
ἡ ἐremoV
|
ἡ ὁdoV
|
Genetif/A
|
thV ἐremou
|
thV ὁdou
|
Datif/L/I
|
th ἐremw
|
th ὁdw
|
Akusatif
|
thn ἐremon
|
thn ὁdon
|
Jamak
| ||
Nominatif
|
aἱ ἐremoi
|
aἱ ὁdoi
|
Genetif/A
|
twn ἐremwn
|
twn ὁdwn
|
Datif/L/I
|
taiV ἐremoiV
|
taiV ὁdoiV
|
Akusatif
|
taV ἐremouV
|
taV ὁdouV
|
Latihan 3
A. Buatlah deklensi dari kata-kata berikut ini:
ὁ karpoV, ὁ aggeloV, ὁ liqoV, to biblion, to iέron, ή parJenoV
B. Terjemahkanlah kalimat-kalimat berikut ini ke dalam bahasa Indonesia!
1. ὁ άntqwpoV ginwskei ton nomon
2. ἐceiV ton karpon
3. oἱ ἀdelfoi ἀkouousi touV logouV tou ἀggelou
4. blepomen touV oἰkouV twn ὀclwn
5. pempete dwra tῳ ίerῳ
6. ὁ douloV ferei dorwn
7. lambanw dwra karpou kai arton
8. blepw ton gamon tῳ oikῳ
9. grafomen logouV toiV adelfoiV
10. oί uίoi twn ἀnqrwpwn ἀgousi touV doulouV
C. Terjemahkan kalimat-kalimat berikut ini ke dalam bahasa Yunani.
1. Hamba itu sedang membawa hadiah kepada orang-orang itu.
2. Ia mengetahui hukum
3. Engkau sedang memandang orang banyak itu di dalam rumah
4. Anak laki-laki itu mempunyai roti dan buah
5. Kamu sekalian sedang menulis firman Tuhan kepada rasul
6. Orang-orang kusta disembuhkan oleh Tuhan
7. Majelis besar itu disembuhkan oleh Yesus
8. Kita memuliakan Injil Kristus itu
9. Orang-orang Farisi menghakimi orang berdosa
Kosa Kata
άntrwfoV
|
Manusia/orang
|
άrtoV
|
Roti
|
άpostoloV
|
Rasul
|
uίoV
|
Putra
|
oίkoV
|
Rumah
|
iέron
|
Bait Allah
|
gamoV
|
Pernikahan
|
dwron
|
Pemberian/hadiah
|
άcloV
|
Orang banyak
|
logoV
|
Firman, perkataan
|
qanatoV
|
Kematian
|
farisaioV
|
Orang Farisi
|
kolpoV
|
Pengakuan
|
όfJalmoV
|
Mata
|
IoudaioV
|
Orang Yahudi
|
sunedrion
|
Majelis
|
diakonoV
|
Pelayan
|
potamoV
|
Sungai
|
mhemeion
|
Kubur
|
filoV
|
Teman
|
leproV
|
Orang kusta
|
diaboloV
|
Setan/iblis
|
paralutikoV
|
Orang lumpuh
|
άrgurion
|
Perak
|
ίmation
|
Jubah/pakaian
|
eύggelion
|
Kabar baik
|
nomoV
|
Hukum
|
qronoV
|
Tahta
|
liJoV
|
Batu
|
nosoV (f)
|
Penyakit
|
II. Kata Benda Deklensi (Kelompok Kata) I
1. Pengertian
a. Pada umumnya, kata benda deklensi pertama memiliki jenis kelamin feminin.
b. Dalam setiap kosa kata, untuk setiap kata benda selalu disertakan ή. ή merupakan kata sandang dari kata bend bergender feminin; dalam bahasa inggris diterjemahkan “the”; dalam bahsa Indonesia: “si”, “sang”, “itu”.
Sebuah kata yunani dikatakan telah dideklensikan jika telah dibuat dalam semua bentuk yang merepresentasikan fungsinya yang berbeda-beda baik dalam bentuk tunggal maupun jamak. Khusus untuk feminin tunggal memiliki 3 variasi. Vocal akhir yang menandai deklensi pertama adalah α dan η pada nominatif tunggalnya. Deklensi pertama juga memiliki jenis maskulin di mana jenis ini memiliki 2 variasi dengan akhiran ας dan ης pada nominatif tunggalnya.
Semua kata benda Yunani dideklensikan dalam 3 pola deklensi:
Deklensi I, Deklensi II dan Deklensi III. Mengapa setiap kata benda Yunani dibedakan dan dikelompokkan menjadi Deklensi I, II, dan III? Apa maksud penyebutan istilah deklensi tersebut?Pola penafsiran tersebut diistiahkan dengan kata deklensi. Fungsi lainnya adalah untuk mempermudah pembelajar dalam memahaminya. Deklensi kata benda satu dengan lainnya dibedakan berdasarkan jenis atau bentuk akhiran yang terdapat dalam kata dasar dan variasi akhiran yang ditambahkan terhadap akar kata tersebut.[1]
2. Akhiran-akhiran kata benda deklensi pertama adalah sebagai berikut:
2a. Pola deklensi kata benda deklensi I
Tunggal
| ||||
Kasus
|
Feminin
|
Maskulin
| ||
Nominatif
|
h
|
α
|
ης
|
ας
|
Akusati
|
hν
|
αν
|
ην
|
αν
|
Genetif
|
hς
|
ας
|
ου
|
ου
|
Datif
|
ῃ
|
ᾳ
|
ῃ
|
ᾳ
|
Jamak
| ||||
Kasus
|
Feminin
|
Maskulin
| ||
Nominatif
|
aι
|
αι
| ||
Akusati
|
aς
|
ας
| ||
Genetif
|
oν
|
ων
| ||
Datif
|
aις
|
αις
| ||
Variasi ketiga dari bentuk tunggal feminin dan variasi kedua bentuk tunggal maskulin di atas akan terjadi jika pangkal kata benda tersebut berakhiran ε, ι, atau ρ
2b. Pola deklensi kata benda deklensi I
Tunggal
|
Kata Sandang/ Akhiran kata benda
| ||||
Feminin
|
Maskulin
| ||||
N & V
|
ή / -η
|
ή / -α
|
ή / -α
|
ό /- ης
|
ό /- ας
|
G & A
|
της / -ης
|
της / -ης
|
της / -ας
|
του /-ου
|
του /-ου
|
D, L, & I
|
τῃ / -ῃ
|
τῃ / -ῃ
|
τῃ / -ᾳ
|
τῳ /-ῃ
|
τῳ /-ᾳ
|
A
|
την / -ην
|
την / -αν
|
την / -αν
|
τον / -ην
|
τον / -αν
|
Jamak
|
Feminin
|
Maskulin
| |||
N & V
|
αἱ / - αi
|
αἱ / - αi
|
αἱ / - αi
|
οἱ / - αi
|
οἱ / - αi
|
G & A
|
twn/-wn
|
twn/-wn
|
twn/-wn
|
twn/-wn
|
twn/-wn
|
D, L, & I
|
taiV/ - aiV
|
taiV/ - aiV
|
taiV/ - aiV
|
toiV/ - aiV
|
toiV/ - aiV
|
A
|
taV /- aV
|
taV /- aV
|
taV /- aV
|
touV /- aV
|
touV /- aV
|
Keterangan:
N = Nominatif D= Datif A = Akusatif
V= Vokatif L= lokatif
A= Abilatif I= Instrumen
2c. Kata benda feminin Deklensi I berakhiran η
Kasus
|
Tunggal
|
Jamak
| ||
Nominatif
|
ἡ ἀgaph
|
The love
|
aἱ ἀgapai
|
The loves
|
Genetif
|
thV agaphV
|
Of the love
|
twn agapwn
|
Of the loves
|
Abilatif
|
thV agaphV
|
From the love
|
twn agapwn
|
From the loves
|
Datif
|
tῃ agaph
|
To the love
|
taiV agapaiV
|
To the loves
|
Lokatif
|
tῃ agaph
|
In the love
|
taiV agapaiV
|
In the loves
|
Instrumental
|
tῃ agaph
|
By the love
|
taiV agapaiV
|
By the loves
|
Akusatif
|
thn agaphn
|
The love
|
taV agapaV
|
The loves
|
Vokatif
|
ἀgaph
|
love
|
άgapai
|
loves
|
Deklensi kata ἀgaph, ἠ (love, cinta/kasih) di atas menunjukkan bentuk yang sama antara akhiran kata sandang dan kata benda. Bandingkan dengan deklensi dua kata benda yang akar katanya berakhir dengan i dan r di bawah ini:
2d. Kata benda feminin Deklensi I berakhiran vokal dan ρ
Kasus
|
Tunggal
|
Kata sandang
| |
-ί
|
-ρ
| ||
N & V
|
basileia
|
ἡmera
|
ή
|
G & A
|
basileiaV
|
ἡmeraV
|
thV
|
D,L,I
|
basileiᾳ
|
ἡmerᾳ
|
tῃ
|
A
|
basileian
|
ἡmeran
|
thn
|
Jamak
| |||
N & V
|
basileiai
|
ἡmerai
|
aἱ
|
G & A
|
basileiwn
|
ἡmerwn
|
twn
|
D, L, I
|
basileiaiV
|
ἡmeraiV
|
taiV
|
A
|
basileiaV
|
ἡmeraV
|
taV
|
Jika akar kata benda feminin berakhir dengan σ, λλ, dan konsonan rangkap lainnya (misalnya; doca, ή), bentuk nominatif tunggalnya berakhir dengan ‘ α ‘ pendek. Perhatikan deklensi dua kata di bawah ini.
2e. Kata benda feminin Deklensi I berakhiran selain dari vokal dan ρ
Tunggal
|
Kata sandang
| ||
Kasus
|
Selain vokal dan ρ
| ||
N & V
|
glwssa
|
doxa
|
ἡ
|
G & A
|
glwsshV
|
doxhV
|
thV
|
D,L,I
|
glwssῃ
|
doxῃ
|
tῃ
|
A
|
glwssan
|
doxan
|
thn
|
Jamak
| |||
N & V
|
glwssai
|
doxai
|
aἱ
|
G & A
|
glwsswn
|
doxwn
|
twn
|
D, L, I
|
glwssaiV
|
doxaiV
|
taiV
|
A
|
glwssaV
|
doxaV
|
taV
|
Kata benda maskulin deklensi II
Jika akar kata dari benda maskulin berakhir dengan ε, ι dan ρ, bentuk nominatif tunggalnya akan berakhir dengan – ας dan ης.
Kasus
|
Tunggal
|
Jamak
|
N & V
|
ὁ profhthV
|
ὁ MessiaV
|
G & A
|
tou profhtou
|
tou messiou
|
D,L,I
|
tῳ profhtῃ
|
tῳ Messiᾳ
|
A
|
ton profhthn
|
ton messian
|
Jamak
| ||
N & V
|
oἱ profhtai
|
oἱ messiai
|
G & A
|
twn profhtwn
|
twn messiwn
|
D, L, I
|
toiV profhtaiV
|
toiV messiaiV
|
A
|
touV profhtaV
|
touV messiaV
|
Latihan 4
A. Terjemahkan kalimat berikut ini ke dalam bahasa Indonesia.
1. Basileia ginwskei ἀlhqeian
2. ὁ qeoV pempei ton logon thV έpaggeliaV
3. ὁ profhthV lambanei άrton kai karpon tou uίou tou maqhtou
4. ὁ MessiaV έcei thn didachn doxhV kai eίrhnhV
5. ὁ maqhthV blepei ton profhthn th έkklhsia
6. oἱ uioi ginwskousi thn entolhn kai legousi parabolhn tw oίkw
7. ὁ άpostoloV didaskei parabolhn toiV anqrwpoiV
8. ὁ άggeloV tou Messiou legei logouV kai nomouV toiV όcloiV
9. ὁ άpostoloV grafei grafhn thV basileiaV kai thV έkklhsiaV
10. ἀnqrwpoV grafei έntolaV kai nomouV
B. Terjemahkan kalimat-kalimat berikut ini ke dalam bahasa Yunani
1. Para murid mencari buah
2. Allah mengetahui doa-doa manusia
3. Allah mengetahui ketidakbenaran manusia
4. Kami melihat para nabi dan rumah-rumah sembayang
5. Kristus Yesus mempunyai kekuasaan Allah
Kosa Kata
ἀdelfh
|
Saudara perempuan
|
ἑpistolh
|
Surat, injil
|
ἀlhJeia
|
Kebenaran
|
ἑklesia
|
Gereja
|
ἀgaph
|
Kasih
|
qalassa
|
Laut
|
ἁmartia
|
Dosa
|
zwh
|
Hidup, kehidupan
|
basileia
|
Kerajaan
|
ἡmera
|
Hari
|
grafh
|
Tulisan, Alkitab
|
ὡra
|
Jam
|
didach
|
Pengajaran
|
juch
|
Jiwa, nyawa, hidup
|
dikaiosuh
|
Kebenaran
|
trofh
|
Makanan
|
doxa
|
Kemuliaan
|
parabolh
|
Perumpamaan
|
eἰrenh
|
Damai sejahtera
|
ὀrgh
|
murka
|
J. Penguraian (parsing) kata Benda
Dalam menguraikan sebuah bentuk khusus kata benda harus diidentifikasikan menurut kasus, jumlah dan gender kata benda itu yang melekat pada bentuk (akhirannya) merujuk pada asal katanya. Untuk mengusahakan keseragaman dalam penguraian semua substantif dan kata kerja, ada baiknya kita menggunakan dua model, yakni bahasa Indonesia dan Ingris. Misalnya, dalam bahasa Indonesia, kata profhtaV akan diuraikan sebagai kata benda dengas kasus akusatif, gender maskulin, dengan jumlah yang jamak. Atau bisa disingkat: akusatif maskulin jamak dari kata profhthV, yang artinya nabi.
[1] Huber L. Drumwright, Jr., An Introduction to New Testament Greek (Nasville, Tennese: Broadman Press, 1980), 25. Beberapa kata mengalami perubahan akar kata.
Kata Sifat
Kata sifat adalah bagian kalimat yang membatasi, menjalankan sifat, atau menggambarkan karakteristik suatu benda.
Fungsi kata sifat adalah membedakan, mengkualifikasikan kata benda atau menjelaskan kata benda, misalnya, “orang baik” dan “rumah putih”. Kata “baik” dan “putih” adalah kata sifat yang semata-mata menjelaskan kualifikasi dari “orang” dan “rumah” tersebut.
Jika kata sifat dipakai untuk menjelskan kata benda, kata sifat tersebut harus sepadan dengan kata benda itu dalam hal jenis, baik dalam jumlah maupun dalam kasusnya. Oleh karena itu, kata sifat juga memiliki unsur jenis, jumlah dan kasus.
Kata sifat dalam bahasa inggris dan indonesia mengalami perubahan deklensi seperti kata benda dalam bahasa Yunani. Deklensi kata sifat Yunani harus sama dengan deklensi kata benda yang mengikutinya, yakni dengan membatasi kasus, jumlah, dan gender kata benda, yang dirangkaikan dalam suatu konstruksi frase tertentu.
a. Deklensi kata Sifat
Kata sifat dideklensikan dalam 3 gender (feminin, maskulin dan netral) dan dalam 4 dan 5 bentuk seperti deklensi di atas.
Perhatikan deklensi kata sifat dalam 2 tabel di bawah ini; masing-masing dideklensikan dalam 3 gender.
Tunggal
| ||||||
Kasus
|
Maskulin
|
Feminin
|
Nertal
|
Maskulin
|
Feminin
|
Nertal
|
N
|
ἀgaqoV
|
ἀgaqh
|
ἀgaqon
|
monoV
|
monh
|
monon
|
G/A
|
ἀgaqou
|
ἀgaqhV
|
ἀgaqou
|
monou
|
monhV
|
monou
|
D/L/I
|
ἀgaqῳ
|
ἀgaqῃ
|
ἀgaqῳ
|
monῳ
|
monῃ
|
monῳ
|
A
|
ἀgaqon
|
ἀgaqhn
|
ἀgaqon
|
monon
|
monhn
|
monon
|
V
|
ἀgaqe
|
ἀgaqh
|
ἀgaqon
|
mone
|
monh
|
monon
|
Jamak
| ||||||
N
|
ἀgaqoi
|
ἀgaqai
|
ἀgaqa
|
monoi
|
monai
|
mona
|
G/A
|
ἀgaqwn
|
ἀgaqwn
|
ἀgaqwn
|
monwn
|
monwn
|
monwn
|
D/L/I
|
ἀgaqoiV
|
ἀgaqaiV
|
ἀgaqoiV
|
monoiV
|
monaiV
|
monoiV
|
A
|
ἀgaqouV
|
ἀgaqaV
|
ἀgaqa
|
monouV
|
monaV
|
mona
|
Kata sifat dengan akar kata berakhiran e, i, r
Tunggal
| ||||||
Kasus
|
Kata dasar berakhiran ι
|
Kata dasar berakhiran ρ
| ||||
Maskulin
|
Feminin
|
Netral
|
Maskulin
|
Feminin
|
Netral
| |
N
|
dikaioV
|
dikaia
|
dikaion
|
mikroV
|
mikra
|
mikron
|
G/A
|
dikaiou
|
dikaiaV
|
dikaiou
|
mikrou
|
mikraV
|
mikrou
|
D/L/I
|
dikaiῳ
|
dikaiᾳ
|
dikaiῳ
|
mikrῳ
|
mikrᾳ
|
mikrῳ
|
A
|
dikaion
|
dikaian
|
dikaion
|
mikron
|
mikran
|
mikron
|
V
|
dikaie
|
dikaia
|
dikaion
|
mikre
|
mikra
|
mikron
|
Jamak
| ||||||
N
|
dikaioi
|
dikaia
|
dikaia
|
mikroi
|
mikrai
|
mikra
|
G/A
|
dikaiwn
|
dikaiwn
|
dikaiwn
|
mikrwn
|
mikrwn
|
mikrwn
|
D/L/I
|
dikaioiV
|
dikaiaiV
|
dikaioiV
|
mikroiV
|
mikraiV
|
mikroiV
|
A
|
dikaiouV
|
dikaiaV
|
dikaia
|
mikrouV
|
mikraV
|
mikra
|
V
|
dikaioi
|
dikaiai
|
dikaia
|
mikroi
|
mikrai
|
mikra
|
b. Penggunaan kata sifat
Penggunaan kata sifat dalam bahasa Yunani digunakan dalam cara yang berbeda dan fungsi yang berbeda pula. Berdasarkan gramatika bahasa Yunani digunakan antara lain:
1. Kata sandang dan penggunaan kata sifat sebagai substantif. Artinya adalah kata sifat yang dibendakan, atau digunakan sebagai kata benda. Contoh :
ἀgaqoV
|
The good (yang baik)
|
The good one (orang baik)
|
The good man (orang baik)
|
The goods (yang baik)
|
The good man (orang-orang baik)
|
oἱ ἀgaqoi
|
The good people (orang-orang baik)
|
1.a. Kata sifat dengan posisi atributif
Kata sifat berfungsi sebagai atributif adalah menghubungkan suatu sifat dengan kata benda yang dijelaskan. Ada 2 bentuk posisi penggunaan kata sifat secara atributif. Contoh :
ὁ ἀgaqoV logoV
|
ὁ ἀgaqoV ὁlogoV
|
Dalam dua posisi ini, kta sandang harus ditempatkan di depan kata sifat, atau dua-duanya (kata sifat dan kata benda) memiliki kata sandang (sesuai dengan gendernya).
1.b. Kata sifat dengan posisi predikaif.
Penggunaan Kata sifat berfungsi posisi predikatif apabila memberikan penjelasan mengenai kata benda, yakni bagaimana sifat benda yang dijelaskan. Artinya, posisi predikatif “memberi penilaian” tentang sifat suatu kata benda. Posisi predikatif dapat digolongkan dalam 2 jenis. Contoh:
ὁ ἀgaqoV ὁ logoV
|
The word is good
(perkataan yang baik)
|
(perkataan itu baik)
ὁ logoV ὁ ἀgaqoV
|
Pada posisi ini, kata sandang ‘o’ (Ing: the, Ind; yang, itu) selalu ditempatkan di depan kata benda, bukan di depan kata sifat.
2. Kata sifat tanpa penggunaan kata sandang
Kata sifat juga digunakan tanpa menggunakan kata sandang baik dalam posisi predikatif maupun atributif. Karena bahasa Yunani tidak mengenal kata sandang tak tentu.
Contoh:
mikra oἰkia
|
Little house
atau
A little house
|
oἰkia mikra
|
Jika kata sifat diikuti oleh kata benda tanpa kehdiran kata sandang, konteks harus menyatakan apakah ia predikatif atau atributif. Contoh: pistoV ἀdelfoV berdiri sendiri, maka akan diterjemahkan a brother is faithful. Posisi ini adalah predikatif. Sementara pistoV ἀdelfoV legei thn ἀlhteian; --- pistoV ἀdelfoV
Latihan 5
A. Terjemahkanlah kalimat-kalimat berikut ke dalam bahasa Indonesia
1. oἱ άpostoloi blepousi touV mikrouV oἰkouV kai taV kakoV ὁdouV
2. ὁ άgaphtoV maqethV ἀkouei touV ἀgaqouV logouV
3. oἱ kakoi didaskaloi didaskousi ἑteron eὑaggelion
4. oἱ ἀgioi ἀgaqoi kai ponhroi oἱ ὀcloi
5. ὁ έteroV ἀnqrwpoV ἐcei ton monon kalon oίkon
6. άpostoloiV kai profhtaiV ἀnqrwpoiV legousi logouV qanatou
7. CrostoV luei touV dikaiouV thV ponhrhV basileiaV
8. άgaqh ἡ ἐkklhsia kai ἡ basileia kakh ό kurioV ἐgeirei touV nekrouV
9. άgaqoV ὁ άdelfoV kai didaskei touV pistouV tῃ ἐkklesiᾳ
10. oἱ profhtai legousi kainaV parabolaV toiV pistoiV
B. Terjemahkan kalimat-kalimat berikut ini ke dalam bahasa Yunani!
1. Perempuan-perempuan yang baik itu melihat orang-orang suci
2. Anak laki-laki dari orang bijaksana itu memandang para murid yang terkasih
3. Para wanita yang baik itu mengatakan hal-hal baik
4. Kebenaran itu memimpin orang-orang jahat
5. Perkataan-perkataan Yesus itu adalah benar dan pengajaran-pengajaran nabi itu adalah sia-sia
6. Para guru mengajar orang-orang Yahudi yang bodoh itu
7. Orang-orang kusta dan orang-orang kebas mencari Yesus
8. Mesias dari kerajaan membangkitkan orang-orang yang setia dan para wanita yang setia
9. Rasul itu berbicara perumpamaan pertama kepada gereja pertama
10. Buah yang baru itu adalah baik dan rumah-rumah itu adalah buruk
Kosa Kata
ἀgaqoV
|
Baik
|
ἐkastoV
|
Tiap-tiap
|
ἀgaphtoV
|
Terima kasih
|
ἐkklektoV
|
Dipilih
|
kakoV
|
Jahat,jelek,bejat
|
ἐleuqeroV
|
Bebas
|
basilikoV
|
Rajani
|
ἐnatoV
|
Yang kesembilan
|
dikaioV
|
Benar/adil
|
ἰkanoV
|
Cukup, penuh, banyak
|
ἁgioV
|
Suci
|
kainoV
|
baru
|
ἀllotrioV
|
Asing, orang lain
|
kaloV
|
Indah/baik
|
ἐskatoV
|
Terakhir
|
ἀlloV
|
Lain/yang lain
|
pwtoV
|
Pertama
|
monoV
|
Hanya satu
|
deuteroV
|
Kedua
|
ἀlhqinoV
|
benar
|
pistoV
|
Setia
|
dexioV
|
kanan
|
arcaioV
|
Tua, dari zaman dulu
|
ἐlacistoV
|
Yang paling kecil
|
ἰdioV
|
Sendiri, milik sendiri
|
kataroV
|
Bersih, murni
|
K. Kata Sambung (kai, de, ἀlla, gar)
Kata sambung (konjungsi) adalah kata yang berfungi untuk menghububgkan 2 kata yang sejenis (kata benda, kata sifat, kata keterangan, dsb), dua klausa, atau bahkan dua kalimat.
1. kai (and; dan) merupakan kata sambung yang paling sering digunakan.
kai menghubungkan dua kata (frase) atau dua kalimat yang setara. kai juga digunakan untuk dua fungsi lainnya, yakni memberi keterangan tambahan dan memberi penekanan. Contoh: kai ἐgw legw : I Also Say (saya juga berkata). Untuk memberikan penekanan, kai ditempatkan di depan kata benda yang diikuti oleh kata kerja, dan diterjemahkan “even” (bahkan). Misalnya:
........ kai oἱ neaniai ginwskousi: ”........ and even the youngmen know”
(........ dan orang-orang muda itu mengetahui). Konteks kalimat akan membantu kita untuk menerjemahkan kata kai ini.
2. de (but; tetapi) adalah kata sambung yang tidak pernah ditempatkan pada posisi pertama satu kalimat. Ia selalu ada pada posisi kedua atau ketiga.
Contoh: legw de soi (but I say to you)
3. oude adalah perpaduan antara oὐ dan de, diterjemahkan ‘and not’ atau neother (tidak ada).
4. gar (for; sebab) adalah kata sambung yang digunakan untuk memberi alasan atas sebuah tindakan atau pernyataan.
5. ἀlla Adalah kata sambung untuk menyatakan pertentangan, tetapi lebih kuat dibanding de. contoh: Matius 5:27
oὐk ἠlqon katalusai, ἀlla plhrwsai (I don’t come to destroy but to fulfill; saya datang bukan untuk meniadakan, tetapi untuk menggenapi).
L. Kata depan dan kata keterangan
a. Kata depan
Kata depan terdiri dari 2 jenis, yaitu preverb dan preposisi. Preverb adalah kata depan yang digabungkan dengan kata kerja yang kemudian disebut sebagai kata majemuk.
Preposisi adalah kata depan yang terpisah dan ditempatkan di hadapan sebuah kata.
Kata depan dalam bahasa yunani adalah sejumlah kata yang berfungsi untuk membantu substantif menjelaskan fungsi kasus mereka. Penggunaan kata depan Yunani harus sesuai dengan kasus kata (substantif) yang mengikutinya.
Kata depan dan kasus substantif:
1. Hanya dengan satu kasus
| |||||||||
Bahasa Yunani
|
Bahasa Inggris
|
Bahasa Indonesia
| |||||||
Genetif
|
ἀnti
|
Against, instead of, in exchange of
|
Menentang, sebagai pengganti,
| ||||||
ἀpo
|
From, away from
|
Dari, menjauh dari
| |||||||
ἐk
|
Out of/from, after
|
Keluar/berasal dari, sesudah
| |||||||
pro
|
Before, in front of
|
Sebelum, di depan
| |||||||
Datif
|
ἐn
|
In , on, at, among
|
Di dalam, di atas, di, di antara, antara
| ||||||
sun
|
With, together with
|
Dengan, bersama-sama dengan
| |||||||
Akusatif
|
eἰV
|
Towards, to the point of, into
|
Kearah-menuju, ke sudut, ke dalam
| ||||||
2. Dengan dua kasus
| |||||||||
Bahasa Yunani
|
Kasus
|
Bahasa Ingris
|
Bahasa Indonesia
| ||||||
dia
|
Genetif
|
Through
|
melalui
| ||||||
Akusatif
|
Because of, on account of
|
Karena, oleh karena-lantaran
| |||||||
meta
|
Genetif
|
With
|
Dengan, beserta
| ||||||
Akusatif
|
After
|
setelah
| |||||||
proV
|
Lokatif
|
At, by
|
Di, oleh
| ||||||
Akusatif
|
To, towards,at
|
Ke, kearah/menuju, di
| |||||||
ὐper
|
Abilatif
|
In behalf of, instead of
|
Untuk kepentingan,
sebagai pengganti
| ||||||
Akusatif
|
Over, above, beyond
|
Di atas, di atas, di luar/melampaui
| |||||||
3. Dengan tiga kasus
| |||||||||
Bahasa
Yunani
|
Kasus
|
Bahasa Ingris
|
Bahasa Indonesia
| ||||||
ἐpi
|
Genetif
|
Down from
|
Turun dari
| ||||||
Lokatif
|
Down upon, against
|
Turun atas, menentang
| |||||||
Akusatif
|
Along , according to
|
Sepanjang, menurut/sesuai dengan
| |||||||
para
|
Genetif
|
from
|
dari
| ||||||
Lokatif
|
At, before, by the side of, beside
|
Di, di depan, di samping/disisi,
di samping
| |||||||
Akusatif
|
To, towards, deyond, contrary to
|
Ke/kepada, ke arah, di luar/melampaui,
bertentangan dengan
| |||||||
peri
|
Genetif
|
About, concering
|
Tentang: benda, tentang:
perkataan/tulisan/pemikiran/gagasan
| ||||||
Datif
|
around
|
Sekeliling:baju, senjata
| |||||||
Akusatif
|
Around, concering
|
Gerakan, tentang: suatu tindakan
| |||||||
ὐpo
|
Genetif
|
by
|
Oleh: personal agent
| ||||||
Datif
|
under
|
Di bawah: menyatakan tempat
| |||||||
Akusatif
|
under
|
Di bawah: menyatakan gerakan
ke (tempat/waktu)
| |||||||
b. Penggunaan kata depan
Pada umumnya, penggunaan kata depan dibagi atas 3 hal:
1. ‘bergerak ke arah’ suatu tempat mengambil kasus akusatif
2. ‘ menjauh dari’ mengambil kasus abilatif dan genetif
3. ‘ berada di suatu tempat’ mengambil kasus datif dan instrumental
Perhatikan kata depan di bawah ini:
Kata depan
|
Akusatif (bergerak ke arah)
|
Genetif (menjauh dari)
|
Datif (diam)
|
ἀna
|
Up
| ||
ἐiV
|
To, into,for
| ||
ἀnti
|
Instead of, against, because
| ||
ἀpo
|
Away from
| ||
ἐk
|
about of
| ||
pro
|
In front of, before, for
| ||
ἐn
|
in
| ||
sun
|
with
|
Penggunaan kata depan dalam bahasa Yunani, pada dasarnya, sama dengan bahasa Inggris maupun Indonesia. Setiap kata depan memiliki kasus khusus atau beberapa kasus dengan mana ia digunakan.
Latihan 6
Terjemahkan kalimat-kalimat berikut ini ke dalam bahasa Yunani!
1. Orang itu mengatakan Firman yang baik kepada murid-murid itu, dan sedang membimbing anak laki-laki (jamak) ke dalam rumah itu
2. Sesudah anak laki-laki orang itu melihat saudara laki-laki itu
3. Para nabi yang setia itu sedang memimpin para murid yang benar dari Mesias ke dalam gereja
4. Melalui firman dari mesias, para rasul itu sedang membangkitkan yang mati dari kematian
5. Utusan-utusan yang setia itu sedang mendengarkan firman Tuhan
6. Rasul itu mengajar orang-orang itu dengan anak laki-laki (jamak)
Komentar
Posting Komentar