Belajar Mudah Bahasa Yunani

Belajar Mudah Bahasa Yunani

Penulis :
Kartini Sianturi M.Th

ISBN : 9786025326714

Editor :
Ramli Sianturi M.Th

Penyunting :
Frederik Ajub Kaunang M.Th

Desain sampul dan Tata Letak
Selsya Patinasarani
Frederik Tumatenan


Penerbit :
Sekolah Tinggi Teologi Bina Muda Wirawan Tangerang

Redaksi :
Jl. Kelapa Gading Selatan Blok AJ.10/10
Gading Serpong, Tangerang, BANTEN 15310
Tel +625467368

Distributor Tunggal :
Yayasan Misi Remaja Internasional
Jl. Rorojongrang No.21, Perum Harkit
Tangerang, Banten 15310

Cetakan pertama, Pebruari 2019

Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit










KATA PENGANTAR 

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala kekuatan dan kesempatan yang telah Ia berikan, sehingga kami dapat menulis  buku “Belajar mudah Bahasa Yunani” ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam buku ini kami membahas mengenai belajar mudah bahasa Yunani, khususnya bagi para mahasiswa yang baru belajar.

Buku ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan buku bahasa Yunani ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku ini. 

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada buku ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan  buku ini selanjutnya. 

Akhir kata semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. 

Tangerang, Pebruari  2019 

Penulis 










DAFTAR ISI



Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A.   Asal usul dan perkembangan bahasa Yunani.................................................1
B.   Abjad Yunani  .................................................................................................1
C.   Tanda Hembus................................................................................................5
D.   Tanda Baca.....................................................................................................5
E.   Tanda Aksen...................................................................................................6
F.    Tanda Pengenal..............................................................................................6

BAB II  TATA BAHASA
A.   Kata kerja........................................................................................................9
B.   Voice...............................................................................................................12
C.   Modus (Mood).................................................................................................13
D.   Orang (Person)...............................................................................................14
E.   Jumlah (Number)............................................................................................14
F.    Kata Benda.....................................................................................................20
G.   Kata Sifat........................................................................................................30
H.   Kata Sambung................................................................................................36
I.      Kata Depan.....................................................................................................36
J.    Kalimat Present Pasif Indikatif........................................................................40
K.   Kata Ganti Orang............................................................................................43
L.    Kata Ganti Penunjuk.......................................................................................48
M.   Imperfect Tense..............................................................................................50
N.   Future Tense...................................................................................................58
O.   Kamus.............................................................................................................60

BAB III PENUTUP
A.   Kesimpulan.....................................................................................................63
B.   Saran..............................................................................................................64
KEPUSTAKAAN





PENDAHULUAN
Pada prinsipnya, semua bahasa di dunia dapat digolongkan ke dalam kelompok-kelompok tertentu yang dikenal dengan istilah “rumpun”. Ketika kita menyelidiki bahasa Yunani Perjanjian Baru, menelusuri bahasa serumpunnya akan membantu kita untuk memahaminya, khususnya yang berhubungan dengan berbagai karakteristik maupun pola ucapannya.
A.      Asal-usul dan perkembangan bahasa Yunani

Ketika suku-suku primitif Indo-Eropa pindah ke Yunani, mungkin mereka berbicara dalam satu bahasa. Geografi dan politik menyebabkannya terpecah menjadi sejumlah dialek, hanya untuk disatukan sekali lagi di medan perang. Ironisnya, kampanye militer pertama di milenium ketiga SM membawa kebingungan bahasa, sementara kampanye terakhir tidak hanya memulihkan kesatuan bahasa, tetapi juga membentuk bahasa baru yang ditakdirkan untuk menjadi bahasa Welts Welsh (bahasa dunia).
Koine lahir dari penaklukan Alexander the Great. Pertama, pasukannya, yang datang dari Athena serta kota-kota dan wilayah Yunani lainnya, harus berbicara satu sama lain. Kontak yang dekat ini menghasilkan pot Yunani yang melting-pot yang pasti melunakkan tepi kasar beberapa dialek dan meninggalkan seluk-beluk yang lain. Kedua, kota-kota dan koloni yang ditaklukkan belajar bahasa Yunani sebagai bahasa kedua. Pada abad pertama M, bahasa Yunani adalah lingua franca seluruh wilayah Mediterania dan sekitarnya. Karena mayoritas penutur bahasa Yunani mempelajarinya sebagai bahasa kedua, ini semakin menambah hilangnya seluk-beluk dan memindahkannya ke arah yang lebih luas (misalnya, pengulangan preposisi dengan kata benda kedua di mana Attic Greek biasanya merasa nyaman dengan satu preposisi)
D. Bahasa Bizantium (atau Abad Pertengahan) Yunani (330 cE-1453 M)
1. Bahasa Yunani Koine diubah menjadi bahasa Yunani Bizantium ketika Konstantinus bertobat. Dengan membalikkan dekrit penganiayaan Diokletianus (303 - 311), Konstantinus memberi bahasa tersebut rona keagamaan yang besar. Ecclesiastic al Greek lahir.
2. Ketika Kekaisaran terpecah antara Timur dan Barat, Yunani kehilangan status We'Itsprache-nya. Litin digunakan di Barat (Roma), Yunani di Timur (Constantin ople).
E. Bahasa Yunani Modern (1453 CL hingga sekarang)
Pada 1453 orang-orang Turki menyerbu Byzantium. Bahasa Yunani tidak lagi terisolasi dari seluruh dunia. Renaissance lahir di Barat ketika para cendekiawan melarikan diri dengan salinan klasik Yunani di bawah tangan mereka; Reformasi lahir di Eropa utara ketika para cendekiawan Kristen (seperti Erasmus dan Luther) disadarkan akan naskah-naskah Yunani PB.
Meskipun demikian, meskipun Yunani keluar dari Timur, Eropa tidak bisa masuk. Dengan kata lain, salinan literatur Yunani kuno akhirnya membawa Eropa keluar dari zaman kegelapan, tetapi Eropa tidak berdampak pada bahasa hidup. Turki sebagian besar memotong Timur dari seluruh Eropa, memperlambat pertumbuhan bahasa (yaitu, sampai 1820, ketika orang-orang Yunani memberontak melawan Turki dan mendapatkan kembali kebebasan mereka). Efek bersihnya adalah bahwa “pidato populer Yunani modern tidak berbeda secara materi dari Bizantium vernakular. dan dengan demikian terhubung langsung dengan icotvii vernakular. "9 Dengan cara analog Hoerber menunjukkan bahwa" bahasa Yunani memiliki lebih sedikit perubahan lebih dari tiga ribu [1]

Dilihat dari perkembangan bahasa, dipastikan bahwa abjad Yunani berasal dari abjad Fenesia, yang memberi sumbangan besar dalam pembentukan abjad-abjad yang digunakan di Eropa dan Timur Tengah, termasuk abjad Latin yang kita gunakan saat ini.
Abjad Yunani yang kita kenal sekarang ini muncul sejak munculnya epik Homer (sekitar tahun 800 SM). Perubahan yang sangat besar, sebagai adaptasi terhadap abjad Fenesia, adalah diperkelakannya huruf-huruf vocal, yang tanpanya tidak bisa dibaca. Sebagai rumpun bahasa Indo-Eropa, sejak awalnya mereka membedakan huruf-huruf konsonan dan huruf-huruf Voka.
B. Abjad Yunani
Abjad yunani terdiri dari 24 huruf yang telah digunakan oleh orang-orang Yunani sejak abad ke-9 atau abad ke-8 awal SM. Huruf Yunani meliputi 17 buah konsonan dan 7 buah vocal. Masing-masing huruf memiliki variasi bentuk (Huruf kapital dan huruf Kecil).
Di bawah ini adalah tabel daftar abjad Yunani:
Nama huruf
Huruf Besar
Huruf kecil
Transkripsi
Alpha
A
a
A
Beta
B
b
B
Gamma
G
g
G
Delta
D
d
D
Epsilon
E
e
E
Zeta
Z
z
Z
Eta
H
h
E (panjang)
Theta
Q
J
Th
Iota
I
i
I
Kappa
K
k
K
Lambda
L
l
L
Mu
m
m
M
Nu
N
n
N
Xi
X
x
Ks
Omicron
O
o
O
Pi
P
p
P
Rho
R
r
R
Sigma
S
s
S
Tau
T
t
T
Upsilon
U
u
U
Phi
F
f
Ph
Chi
C
c
Ch
Psi
Y
y
Ps
Omega
W
w
O (panjang)

Pada umumnya, tulisan-tulisan Yunani sekarang ini menggunakan huruf kecil kecuali untuk menuliskan nama-nama tempat dan orang di mana huruf pertama menggunakan huruf besar.
Bahasa daerah Yunani Koine adalah bahasa sehari-hari yang dikembangkan dari bahasa Yunani Attik, demikian juga hurufnya. Bahasa Yunani Attik adalah bahasa daerah yang digunakan di Atena pada tahun 300 SM.
1. Cara menulis Abjad Yunani
Bila diperthatikan dengan seksama, ada 4 pembegian dalam penulisan abjad Yunani, diantaranya:
a.       Sebelas huruf Yunani yang memiliki tinggi dan lebar yang sama dan ditulis memenuhi baris penulisan serta tidak melewati garis atas dan bawah, diantaranya:
Aa ,  Ee,   Ii ,  Kk ,  Nn ,  Oo ,  Pp ,  Ss ,  Tt ,  Uu ,  Ww
b.       Tiga huruf Yunani yang memiliki ukuran dua kali lebih tinggi dari huruf-huruf yang pertama, yaitu ditulis pada dua baris penulisan dan bertumpu pada baris bawah penulisan. Huruf-huruf tersebut adalah:
Dd,  Qq,  Ll
c.        Tujuh huruf Yunani yang ditulis dengan bertumpu pada baris atas dan menonjol pada baris bawah penulisan, yaitu:
Gg,  Hh,  Mm,  Rr,  SV,  Ff,  Cc
Catatan:
1). Tonjolan huruf h dab V tidak sepanjang huruf lainnya
2). Penulisan huruf V hanya digunakan pada akhir kata
                Contoh : karpoV, pistiV,  sarkoV,  uatoV
d.       Empat huruf Yunani yang ditulis agak menonjol ke atas dan ke bawah dari barisan penulisan. Yaitu:
Bb,  Zz,  Xx,  Yy
Catatan :
Huruf kapital hanya digunakan untuk menuliskan nama diri atau nama tempat. Dalam penulisan bahasa Yunani, kata atau kalimat sesudah titik atau dalam memulai kalimat baru, tetap dimulai dengan huruf kecil. Penulisan dalam bahasa Yunani tidak seperti kaidahyang digunakan dalam bahasa Indonesia.
II. Vokal atau Diftong
a. Vokal
Abjad Yunani memiliki 7 huruf Vokal, antara lain: a, i, u, e, o, h, w. Ketujuh vokal tersebut adalah huruf-huruf yang berdiri sendiri, bukan sebagai tanda vokal yang diciptakan untuk membantu pengucapan, seperti tanda vokal dalam bahasa Ibrani. dan  adalah vokal (yang selalu) pendek sedangkan a,i,u  adalah vokal yang bisa pendek dan panjang. dan w adalah vocal (yang selalu) panjang. Ketujuh vokal di atas bisa dibedakan menjadi:
1). Vokal terbuka (open - vowel), yakni: a, e, o, h, w , karena diucapkan dengan mulut terbuka.
 2). Vokal tertutup (close – vowel), yakni: i,  u, diucapkan dengan mulut tertutup
b. Diftong (vokal rangkap)
Diftong adalah dua vokal yang berbeda diucapkan secara bersama-sama. Vocal diftong juga disebut vokal rangkap .  Pada awalnya, ada enam macam diftong dalam bahasa Yunani, namun seiring perkembangannya menjadi delapan macam. Yakni:
1. aί                                                                        5. aύ
2. eί                                                                        6. eύ
3. oί                                                                        7. hύ
4. uί                                                                        8. oύ
III.               Konsonan
Harus diingat bahwa g di depan g, k, dan c akan dibaca menjadi “ng”. Misalnya : aggelw dibaca anggeloo ; άgkura dibaca angkura; άgcara dibaca angchara. Jika s diucapkan di depan b atau m, maka akan diucapkan lembut menjadi “z”, misalnya kosmoV dibaca kozmos; άsbestoV dibaca azbestos.
Pemakaian sigma pada awal atau tengah suatu kata adalah bentuk s. Sedangkan pada akhir kata berbentuk V.
Ketujuh-belas konsonan bahasa Yunani digolongkan menjadi 3 macam , yakni:
1.       Konsonan Alir (ligwida)
Yakni konsonan yang diucapkan dengan membiarkan udara mengalir bebas dan tidak kaku. Yang termasuk dalam konsonan ini adalah : l,  m,  n,  r.
2.       Konsonan tak bersuara (konsonan Mati)
Di sebut konsonan mati, karena saat pengucapannya diucapkan secara singkat dan dengan bunyi mati.
Konsonan ini juga dibagi menjadi 3 bagian sebagaimana digambarkan dalam bagan berikut ini:
Konsonan mati
lunak
menengah
Keras
Palatal (tenggorokan)
k
g
c
Labial (bibir)
p
b
f
Dental (bunyi gigi)
t
d
q

3.       Konsonan Gabungan (sibilant konsonants)
Yaitu konsonan yang mengandung bunyi ‘s’ terdidi dari 4 konsonan Yunani yakni x, s, y, z. Konsonan ini juga disebut  konsonan rangkap,  karena terdiri dari dua paduan konsonan,  yakni konsonan mati dan konsonan s. Misalnya :
z= t+V;  d+V; dan  q+V.
x= k+V;  g+V;  c+V.
y= p+V; b+V; f+V.

C.                  Tanda hembus (Breathing Marks)
Bahasa Yunani memiliki dua tanda awal/pernapasan (hembus), yaitu tanda pernapasa lunak (tidak berbunyi) diberi tanda “  “  dan yang kedua tanda pernapasan keras (berbunyi) diberi tanda “ “.  Tanda ini diletakkan di atas vokal tunggal atau vokal kedua dalam diftong. Tanda pernapasan lunak tidak dilafalkan. Untuk tanda pernapasan keras harus diucapkan dengan bunyi “ h “ pada waktu memulai kata tersebut.
Dalam abjad Yunani tidak dikenal adanya konsonan “ h”. Bunyi huruf  “ h “ ini diciptakan demberi tanda ( ‛ ) di atas vokal. Misalnya ódibaca ho; ἡἡmera  dibaca he hemera.
Tanda pernapasan lembut ini diidentifikasikan oleh tanda () di atas vokal, misalnya:
nJrwpoV
D.                  Tanda Baca
Manuskrip awal Yunani Perjanjian Baru dibaca  anthoopos. Tidak menggunakan tanda baca. Tanda baca Yunani terdiri dari empat macam, antara lain:
1.       Tanda titik ( . ) dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan.
2.       Tanda koma , ) dipakai untuk memisahkan baik anak kalimat dari induk kalimat maupun kalimat-kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.
3.       Tanda tanya ; ) yang kelihatannya sama dengan tanda titik koma dalam bahasa Indonesia, mengakhiri kalimat tanya. Perlu diperhatikan bahwa biasanya dengan tanda ini saja, mekna kalimat berubah, dari pernyataan menjadi pertanyaan.
4.       Tanda titik dua/titik koma (̇ ) memiliki fungsi yang hampir sama dengan tanda titik dua dalam bahasa Indonesia; letaknya di atas.
5.       Tanda seru, tanda hubung, tanda pisah, tanda kurung dan tanda petik biasanya tidak dipakai.
E.       Tanda Aksen
1.       Aksen Akut adalah aksen yang dipergunakan untuk menyatakan nada suara menaik dilambangkan dengan ” “.
Aksen Akut senantiasa hanya menempati vokal pendek atau vokal panjang.
gioV, lοgoV.
2.       Aksen graf  dipergunakan untuk menyatakan  nada suara turun atau lembut dilambangkan dengan ““.
Aksen Akut akan berubah menjadi Aksen Graf apabila tidak terdapat tanda baca yang mengantarainya dengan kata berikutnya. Aksen tersebut berbeda dengan aksen sirkumpleksus yang tidak akan berubah menjadi aksen graf.
Contoh : lógoV doulou (salah)
lògoV doulou (benar)
cristògaJoV (benar)
3.       Aksen Sirkumpleksus. Ini merupakan gabungan antara infleksi turun naik dilambangkan dengan “  ͡ ”.  Tanda ini juga sering menandai perpaduan atau perubahan vocal. Misalnya : eίberarti ‘jikalau’; e͡ berarti ‘engkau ada’
Aksen sirkumpleks biasanya hanya diperkenankan menempati silabel panjang.
Contoh : doûloV  (benar), lôgoV (salah).
F.       Tanda pengenal
Ada 3 tanda pengenal yang muncul dalam naskah Yunani Perjanjian baru yakni:
1.       Tanda elison adalah tanda (  ) yang berfungsi sebagai pengganti vokal akhir sebuah kata yang dihilangkan karena kata yang mengikutinya
diawali denagn vokal atau diftong. Misalnya : di autou, bukan dia autou (bentuk aslinya). Tanda elison menggantikan vokalα.
2.       Tanda diaresis
Tanda diaresis adalah tanda yang digunakan sebagai tanda perpaduan vokal dalam sebuah kata dengan yang bukan vokal rangkap dan ditulis pada vokal kedua yang ditandai dengan “ ¨” .
Tanda diaresis ( ¨) muncul di atas vokal  yang diapit oleh dua vokal untuk menyatakan bahwa vokal tersebut berdiri sendiri, atau bukan suatu diftong. Misalnya :IsaϊaV (Isaiah; Yesaya) terdidi dari empat suku kata (silable), yaitu Ίsa - ϊ- aV
3.       Tanda kronis (   ) berfunfsi untuk menunjukkan adanya pengkombinasian antara dua kata, yakni dengan cara menghilangkan bagian suku kata. Tanda kronis tersebut tidak disertai tanda tekanan.misalnya : kagw adalah kombinasi antara kai dan agw.




[1] Daniel B. Wallace, Greek Grammer Beyond the Basics, Michigan : Zondervan, 1996, 15-16



GRAMATIKAL
Ciri kata kerja Yunani yang mengalami variasi infleksi, menjadikan sarana yang jitu untuk menyatakan buah pikiran. Infleksi itu menjelaskan berbagai unsur yang terkandung di dalam gagasan kata kerja tersebut. bahasa Yunani mengandung beberapa unsur: bentuk-bentuk kata kerja yang dapat dikategorikan menurut:
1.       Persona ‘orang’: relasi antara pembicara dan pelaku; menjelaskan adakah subyek yang berbicara (orang pertama), lawan bicaranya (orang kedua), atau yang dibicarakan (orang ketiga).
  1. Numerus ‘jumlah’: adalah unsur kata kerja yang menjelaskan tentang tunggal atau jamaknya subjek.
  2. Modus ‘ragam’: adalah unsur kata kerja yang menjelaskan hubungan antara tindakan dan realitasnya. Adakah tindakan itu digambarkan seperti sungguh-sungguh terjadi ataukah sebagai suatu kemungkinan? Modus menjelaskan hal ini. Misalnya: “ia sedang melepaskan burung” menjelaskan bahwa tindakan itu sungguh-sungguh terjadi. Atau “lepaskan burung itu” mrnjrlaskan bahwa tindakan itu belum menjadi kenyataan, tetapi berpotensi untuk menjadi kenyataan. Ada beberapa modus yang digunakan untuk menyatakan gagasa tindakan potensial tersebut dengan berbagai nuansa arti, namun hal itu akan diselidiki dipelajaran yang lain. Untuk tahap ini belajar modus indikatif ialah modus yang menegaskan realitas tindakan dari sudut pandang pembicara.
  3. Tempus ‘tense’/’kala unsur’: adalah kata kerja yang berkena – mengena dengan tindakan yang dinyatakan. Dua pokok yang terlibat yaitu waktu dan tindakan, ada tiga kemungkinan: lampau, kini dan future (yang akan datang).

F.       Tata Bahasa
I.                    Pola perubahan Kata Kerja
Kata kerja Yunani selalu berhubungan dengan beberapa unsur tertentu. Sebagaimana kata kerja dalam bahasa inggris, kata kerja Yunani memiliki dan sekaligus menyatakan unsur-unsur:

1.       Tence
2.       Voice
3.       Mood
4.       Person
5.       Number
Semuanya itu dinyatakan dalam bentuk pemikiran, pengucapan,dan bahkan aksentuasi. Contoh:
1.       Perubahan akhiran:
I believe (simple present) menjadi I believed (simple past tence)
2.       Perubahan pengucapan (Vocal): I see (simple present) menjadi I saw (simple past)
3.       Perubahan huruf s pada kalimat He loves (simple Past) menunjuk pada kata ganti orang (diri) ketiga tunggal dari kata kerja I Love
Dalam bahasa Yunani, perubahan akhiran dan tanda tekanan menyatakan perubahan kelima unsur kata kerja di atas
1.1 Tense


Tense adalah kualitas kata kerja yang menggambarkan perbuatan.
Kala suatu perbuatan menunjuk kepada apakah ia terjadi:
a.       Di waktu lampau (past tence)
b.       Sekarang (present tence)
c.        Akan terjadi (future tense)
Sementara jenis perbuatan menunjuk kepada  apakah suatu perbuatan tersebut:
a.       Sedang terjadi dan akan terus terjadi (linear or continuing action)
b.       Terjadi hanya dalam suatu waktu tertentu (punctiliar action)
c.        Pernah terjadi dan masih berkelanjutan hingga pada masa kini (perfective action)[1]
Ketiga jenis perbuatan tersebut dapat dijelaskan melalui gambar berikut ini:
Linear action                                : ( __________________________________ )
Misalnya :
Ø  luw; I am loosing (saya sedang melepaskan)
Perbuatan “melepaskan” ini sedang terjadi sekarang dan masih akan berlanjut.
Ø  eluon; I was loosing (saya sedang melepaskan)
Perbuatan “melepaskan” ini sedang terjadi di waktu lampau
Ø  pisteuw;  I believe (saya percaya)
Perbuatan “percaya” ini sedang terjadi dan akan terjadi secara terus menerus.
Jadi linear aztion menggambarkan suatu jenis perbuatan apakah terjadi di waktu lampau (past time) atau saat ini (present Time) yang sedang dan masih akan berlangsung, seperti garis di atas.


Punctiliar action                   : ( ____________________________ )
Misalnya:
Ø  lusa; I loosed (saya melepaskan)
Perbuatan “ melepaskan” ini hanya terjadi di waktu lampau dalam waktu yang sangat singkat
Ø  leusomai; I shall come (saya akan datang)
perbuatan “ datang” akan terjadi sekali saja di waktu yang akan datang dalam waktu yang singkat.
present tense, dalam bahasa Yunani, adalah benarakar kata kerja, dari mana semua bentuk kata lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, adalah terbentuk. Tetapi dalam banyak kata kerja, terutama yang lebih kuno, perubahan berasal dari waktu.[2]
Jadi, punctiliar action menggambarkan  suatu perbuatan apakah terjadi diwaktu lamau atau nanti dalam waktu yang singkat, dan sungguh-sungguh selesai secara sempurna. 
Perfective action: ( ____________________ )
Misalnya :
Ø   Tense
Ø  bebabtismai n t Crist ;  I have been babtized in Christ (saya telah dibabtis di dalam Kristis)
Perbuatan “dikuduskan” dan “dibabtis’ telah terjadi secara sempurna.
Ada 6 tense dalam bahasa Yunani, antara lain:
1.       Present Tense:
Untuk menunjukka bahwa suayu pekerjaan sedang dilakukan atau dilakukan berulangkali (terus menerus) dalam waktu kini atau dikemudian hari pasti terjadi
Contoh : luw        saya sedang melepaskan
2.       Imperfect tense
Untuk menunjukkan bahwa suatu pekerjaan atau perbuatan sedang atau berulang kali (terus-menerus) dilakukan pada waktu dahulu/lampau
Contoh: ἐluon = saya telah melepaskan
3.       Future Tense
Untuk menunjukkan bahwa sesuatu akan dikerjakan atau akan terjadi
Contoh : lusw = saya akan melepaskan
4.       Aorist Tense
Untuk menyatakan bahwa suatu hal pernah terjadi atau pernah dilakukan (lampau selesai)
Contoh: ἐlusa = saya dulu pernah melepaskan
5.       Perfect Tense
Contoh: untuk menunjukkan keadaan sekarang yang diakibatkan oleh sesuatu yang dilakukan pada waktu dahulu/lampau
Contoh: leluka = saya telah melepaskan
6.       Pluperfect tense
Suatu keadaan dahulu yang diakibatkan oleh sesuatu yang terjadi atau dilakukan sebelunya.
Contoh: (ἐ)lelukein = saya telah melepaskan,
Tens/Kala dalam bahasa Yunani dapat digambarkan sebagai berikut:
1.       Aoris       tense                              xl                     
2.      Pluperfek tense           x
3.      Imperfek tense                     x x x x
4.       Perfek    tense                              x
5.       Presen tense                                                x
6.       Future tense                                                                      x
lampau
     kini
 Yang akan datang

Keterangan : x     : Terjadinya peristiwa atau aksi
                 x           : Lama/periode berlakunya suatu peristiwa atau aksi


2.2. Voice
Voice adalah kualitas kata kerja yang menyatakan hubungan antara subyek dengan perbuatan/tindakan yang dilakukannya, yakni active, passive atau middle.
1.       Active voice (aktif)
subyek bertindak sebagai pelaku
contoh : legw  I say ( Saya mengatakan)
        pisteuw = I Believe (saya percaya)
Perbuatan “mengatakan” (to say) dan “ percaya” (to believe) sungguh-sungguh atau secara aktif dilakukan oleh saya (I)
2.       Passive Voice (pasif)
Subyek sebagai penderita atau penerima tindakan
Contoh :
a.       luetai = I am being loosed ( saya dilepaskan/saya sedang dilepaskan)
Perbuatan “melepaskan” diterima atau dikenakan kepada saya (I) atau denagn kata lain “dilepaskan” dialami oleh saya (I)
b.       didskomeJa =  we are being taught (kita diajar/kita sedang diajar)
Perbuatan “ mengajar” diterima atau dikenakan kepada kita (We)
3.       Middle voice (medial)[3]
Subjek bertindak sebagai pelaku tindakan dan sekaligus juga sebagai penderita
Contoh :
a.       luomai = I loose my self/ I loose for my self (saya melepaskan diri sendiri
Perbuatan “melepaskan” dilakukan dan dikenakan kepad diri sendiri (my self)
b.       Ia menggantung dirinya (Matius 27:5)
3.3. Mood (modus)
Mood atau modus adalah unsur kata kerja yang menghubungkan gagasan tindakan realita/nyata atau sikap yang dimaksud. (hubungan antara tindakan denagn kenyataan)
Mood atau modus bahasa Yunani terdiri dari:
1.       Indikatif  : menyajikan tindakan sebagai suatu kepastian atau menunjukkan suatu tindakan yang benar-bnar terjadi.
Jika sebuah perbuatan  dilakukan ecara sungguh-sungguh apakah dimasa lampau (past), saat ini (present), atau nanti (future) kata kerja itu disebut indicative mood.
Contoh:
a.       luw = I am loosing (saya sedang melepaskan- terjadi saat ini)
b.       lusa = I loosed (saya dilepaskan – terjadi di masa lampau)
c.        lusw = I will loose (saya akan melepaskan – akan terjadi dimasa depan)
2.       Potensial ( mungkin terjadi )
Sebuah perbuatan dinyatakan mungkin bisa (potensial) terjadi.
Jenis kata kerja ini disebut, antara lain:
a.       Subjunctive mood
Perbuatan hanya bisa terjadi secara objektif jika syaratnya terpenuhi
Misalnya:
luimai = I may bee loosed (saya mungkin dilepaskan)
Perbuatan “dilepaskan” bisa ya bisa tidak terjadi ; hanya mungkin terjaadi jika menahannya “mau” melepaskan.
b.       Imperative mood
Perbuatan terjadi karena perintah (keharusan) atau anjuran, namun hal itu bisa terjadi atas kemauan sendiri.
Misalnya:
lueto = loose him (lepaskan dia) atau let him loose (biarkan dia)
Perbuatan “ melepaskan’ terjadi atas kemauan sendiri dari orang yang diberi perintah dan bisa juga harus terjadi karena wibawa orang yang memberi perintah. Artinya, sifat perintah dianggap sebagai keharusan.
c.        Optative mood
Perbuatan tampaknya tidak mungkin terjadi (saat ini dengan segera), namun secara subjektif mungkin.
Misalnya: oh, may be Christ would come ! (oh, mungkin Kristus akan datang)[4]




4.4. Person
Person adalah kualitas kata kerja yang menyatakan apakah subjek sedang berbicara (orang pertama; first perso), adalah lawan bicara (orang kedua; second person), atau sedang dibicarakan (orang ketiga; third person).[5]
Singular/Tunggal
               
 Orang ke-1
I take
saya mengambil
Orang ke -2
You Take
engkau mengambil
Orang -3
He/She/It takes
Dia mengambil
Plural/Jamak

Orang ke-1
We Take
Kita/kami mengambil
Orang-2
You Take
Engkau mengambil
Orang-3
They Take
Mereka mengambil

5.5 Number
Number adalah kualitas kata kerja yang menyatakan apakah subyek tunggal atau jamak; satu disebut tunggal dan lebih dari satu disebut jamak
G.      Pola konjugasi Present Active Indicative
Singular
Person
Yunani
English/indonesia
I
luw
I am loosing /Saya sedang melepaskan
II
lueiV
You are loosing/ engkau sedang melepaskan
III
luei
He/She/It loosing/ Dia sedang melepaskan
Plural
I
luomen
Kami/kita sedang melepaskan
II
luete
Kamu sekalian sedang melepaskan
III
luousi (n)
Mereka sedang melepaskan

     Perhatian:
1.       "n" yang dalam kurung dalam bentuk orang ke-3 jamak ada  kalanya dipakai ada kalanya tidak.
2.       Setiap perkataan Bahasa Yunani dalam daftar itu terdiri dari dua bagian, yaitu:
a.       Kata dasar lu yang tidak berubah dan yang menyatakan  arti dasar perkataan itu yakni: "melepaskan".
b.       Akhiran -w, -eiV, -ei dan sebagainya. Akhiran itu  berubah sesuai dengan subyek.
3.       Dalam Bahasa Yunani terlihat jelas dari akhiran kata kerja, apakah subyek orang ke-1,  ke-2, atau ke-3, juga tunggal atau  jamak. Sebab itu tidak ditambahi lagi dengan kata ganti orang untuk subyeknya, kecuali apabila perlu ditegaskan. Jadi seakan-akan kata ganti orang sebagai subyeknya sudah  ada dalam kata kerja yang dipakai.
4.       Dalam Bahasa Yunani hampir semua kata kerja mempunyai akhiran-akhiran yang sama dalam bentuk-bentuk Present Indikatif Aktif. hanya perlu dihilangkan bentuk terakhir dari bentuk orang ke-1 tunggal untuk mengetahui kata dasarnya. Lalu  ditambah akhiran-akhiran yang lain dalam  kata dasar itu.
5.       Dalam Bahasa Yunani bentuk orang ke-2 tunggal selalu dipakai ketika berkata-kata kepada satu orang, dan bentuk orang ke-2 jamak hanya dipakai ketika berkata-kata kepada lebih dari  satu orang.
6.       Arti Kala Kini dalam Bahasa Yunani lebih menunjuk kepada sesuatu yang sedang dilakukan.  Jadi lebih mendekati Present Continous dari pada Simple Present. Yaitu suatu pekerjaan / perbuatan yang sedang dilakukan atau yang dilakukan berulang-        ulang dalam waktu sekarang.

 Berdasarkan pola perubahan pada tabel di atas, luw, lueiV, luei, luomen,luete, luosi adalah kata kerja di dalam bentuk present active indicative first singular dan akar katanya adalah lu
Bentuk orang ke-2 tunggal dan jamak dalam bahasa Ingris dan Indonesia diterjemahkan dengan “kamu”. Akan tetapi dalam bahasa Yunani orang kedua tunggal dan jamak harus dibedakan karena orang kedua tunggal adalah “engkau” dan orang kedua jamak adalah “kamu sekalian/kalian”
Jadi bila kita menyimpulkan contoh di atas, kita dapat menemukan serta menyimpulkan suatu rumus menegenai perubahan kata kerja tens/kala Present aktive indicative yang akan memudahkan kita untuk memahaminya. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Pangkal kata + akhiran primer Aktif




Contoh:      blep                                                   blepw
                   postell                                          postellw



Latihan 1
1.       Buatlah perubahan dari kata-kata berikut ini, dimulai dalam bentuk orang pertama tunggal hingga orang ketiga jamak seperti contoh di atas.
grafousi, geiromen, pempousin, gomen, didaskete,  koumen,    blepw, krinw,  lambanw, ferw
2.       Analisa dan terjemahkanlah kata-kata berikut ini ke dalam bahasa Indonesai
ginwskete, geirei, grafeiV, didaskete, lambanomen, kousi,       krineiV, menw,          naginwskousin, ferete


II.                  Kata Kerja berakhiran ew
Kata kerja mempunyai kata dasar yang berakhiran -e, apabila akhiran-akhiran ditambahkan pada kata dasar yang demikian, maka terjadilah beberapa perubahan, sebagai berikut:

-e + e --->-ei
-e + o --->-ou
-e + huruf hidup panjang atau huruf hidup rangkap --->-e itu dihilangkan.


     Tunggal
     Orang ke-1  filew    --->filw
     Orang ke-2  fileei  --->filei
     Orang ke-3  fileei   --->filei

             Jamak
     Orang ke-1  fileomen  --->filoumen
     Orang ke-2  fileete   --->fileite
     Orang ke-3  fileousi(n) --->filousi(n)


Terjemahkan soal di bawah ini dari Bahasa Ingris ke Bahasa Yunani!
Bahasa ingris
Bahasa yunani
Bahasa indonesia
Bahasa yunani
She knows

mereka membawa

We are seeing

Kami menggerakkan

They see

Saya melindungi

You throw

Kamu sekalian marah

I judge

Dia memenuhi

They hear

Saya sedang mengikuti

We take

Kami menjelaskan

You are eating

Mereka menumpahkan

He haves

Kami sedang berusaha

We lead

Dia menyelesaikan


Latihan 2
             Kosa Kata
anaginwskw
Sya sedang membaca


babtizw
Saya sedang membabtis


knrussw
Saya sedang berkhotbah


ballw
Saya sedang melempar


kalew
Saya sedang memanggil


gennaw
Saya sedang melahirkan


agorazw
Saya sedang membeli


fulassw
Saya sedang menjaga


agw
Saya sedang memimpin


etoimazw
Saya sedang mempersiapkan


akouw
Saya sedang mendengar


qelw
Saya sedang berkehendak


amartanw
Saya sedang berdosa


apostellw
Saya sedang mengirim


didaskw
Saya sedang mengajar


pisteuw
Saya percaya


eggizw
Saya mendekat/mendekati


perisseuw
Saya berlimpah-limpah


ferw
Saya membawa,memikul






[1] James A.brooks, Syntax of New Testament Greek (New Orleans: New Orleans Babtist Theological Seminary, 1972), 71
[2]  Greville Ewing, Greek Grammer, Greek , Greek and English, London : Glasgow, 1812, 46
[3] Stanley Porter, Idioms of the Greek New Testament, London : Isot Press, 1999, 67
[4]Willeam W. Goodwin, Syntax  of the mood and Tenses od the Greek verb, Oregon: Wipf and Stock Publizer, 2003,  375
[5]  Douglas Adams,  Essencial Modern Greek Grammer, New York : Dover Publication Inc, 1987, 51






E.       KATA BENDA
Yang dimaksud dengan kata benda adalah semua penamaan benda yang hidup, mati, bergerak maupun tidak bergerak, yang konkrit dan yang abstrak. Contoh: manusia, meja, gunung, roh, malaikat. Ciri-ciri kata benda dalam bahasa Yunani adalah:
1.       kata benda memiliki gender (jenis kelamin) yaitu: maskulin, feminin, dan netral
  1. Kata benda memiliki: artikel sesuai dengan gendernya. Artikel berubah sesuai dengan kasus
  2. Kata benda memiliki: kasus (cases) yaitu: nominatif, genetif, ablatif, akusatif, datif, instrumental, lokatif dan Vokatif.
Pengertian:
1.       Nominatif adalah kasus penunjukkan.sebuah kata benda dalam kasus ini menandakan subyek kata kerja.
Kasus Nominatif adalah kasus penamaan. Penggunaan utamanya untuk menunjukkan subyek kalimat atau klausa. o` a;nqrwpoV ginwskei adalah kalimat bahasa Yunani, dan nominatif bertindak sebagai subyeknya. Ada sejumlah penggunaan yang lain namun itu akan dipelajari kemudian.
2.       Vokatif adalah kasus objek langsung
Kasus Vokatif ialah kasus sebutan/sapaan, ἀdelfe, blepw okon . Saudara, saya melihat sebuah rumah” kasus ini jamaknya memiliki bentuk yang sama dengan nominatif. Bentuk tunggalnya memiliki infleksi yang beragam, ada yang sama dengan nominatif dan ada yang memiliki bentuk yang berbeda, fungsinya berbeda dengan nominatif. Ini menamai kepada siapa perkataan itu diarahkan
Contoh : Saoul delfe, (brother Saul!)
Kasus kata benda ἀdelfe adalah kata benda engan kasus vokatif
3.       Genetif  adalah kasus penggambaran dan penjelasan tentang kepemilikan
Genetif adalah kasus penjelasan. Ia digunakan untuk memberi ciri khusus terhadap kata yang dijelaskannya.  adalah frasa, yang di dalamnya bentuk genitif anqrwpou menjelaskan okoV  , yaitu menerangkan milik siapa rumah itu; rumah orang itu, atau rumah milik orang itu”. Ada sejumlah nuansa arti dari kasus ini, namun hal itu akan diselidiki juga pada bagian lain. Contoh :
έν logw ἀλητειας (dalam perkataan kebenaran)
4.       Abilatif adalah kasus pemisahan. Bentuknya persis sama dengan kasus genetif, namun fungsinya berbeda. Kata benda dalam kasus abilatif diterjemahkan “from”... sedangkan dalam kasus genetif diterjemahkan “of....”. Kata benda dalam kasus abilatif sering diikuti oleh kata depan (misalnya: ἀpo, έκ ) untuk menunjukkan gagasan pemisahan tempat.
Ia menggunakan bentuk yang sama dengan genitif, namun fungsinya berbeda. o` ἀnqrwpoV pempei ton doulon  atou tou okou . “orang itu mengutus hambanya dari rumah itu.” tou oikou adalah ablatif. Karena menjelaskan pemisahan. Nantinya ada preposisi yang digunakan untuk membantu kata benda dalam menunjukkan fungsi kasus itu nyata terlihat adanya.
5.       Datif adalah kasus kepentingan. Objek tidak langsung kata kerja dijelaskan dalam kasus datif.
Datif  adalah fungsi kepentingan dan juga digunakan untuk menyatakan obyek penyerta (obyek tidak langsung) dari suatu kata kerja. ὁ postoloV  legei logouV toiV  nqrwpoiV “Rasul itu mengucapkan kata-kata kepada orang-orang itu”. toiV  nqrwpoiV  adalah obyek penyerta kata legei)
Contoh : legei atoiV ; he said to him. kata depan ‘to’ (kepada) tidak dijelaskan dalam bahasa Yunani.
6.       Lokatif adalah kasus lokasi atau posisi
Lokatif adalah kasus tentang lokasi atau posisi. Bentuknya sama dengan datif, o` ἀnqrwpoi didaskousin t ok , berarti “orang itu mengajar di dalam rumah itu”.
7.       Instrumental adalah kasus alat atau sarana. Contoh: Efesus 2:5
cariti έστε sesosmenoi (by grace you are the man who are saved)
Kasus Instrumental yang juga menggunakan bentuk infleksi ketiga, kasus yang menjelaskan sarana atau alat, ὁ nqrwpoV  didaskei logoiV . “Orang itu mengajar dengan menggunakan kata-kata.” Kasus itu menjelaskan sarana yang digunakan untuk menyampaikan pengajaran itu.
8.       Akusatif adalah kasus pembataasan atau penghentian. Kata benda dalam kasus ini mengidentifikasikan akhir dari suatu kegiatan yang dimaksud oleh kata kerja, atau sering disebut objek langsung.
Ia menandai batas atau akhir dari suatu tindakan. Penggunaan utamanya ialah untuk menyatakan obyek langsung, penderita suatu kata kerja nqropoV legei logouV . “Orang itu mengucapkan kata-kata” yang dikatakannya terbatas tidak lain daripada “kata-kata”.
Amatilah perbedaan di antara kasus akusatif (obyek langsung) dengan kasus datif (obyek tak langsung) dengan baik-baik. Kalau kita berkata, “Ia memberikan bunga itu pada pacarnya” maka bunga (yang diberikan) akan berbentuk akusatif karena berfunsi sebagai obyek langsung, sedangkan pacar akan berbentuk datif karena berfungsi sebagai obyek tak langsung. Dengan kata lain, pacar itu menerima/menderita tindakan tetapi secara tidak langsung karena bukan pacar yang dijatuhkan.

A.      Kata Benda Deklensi (Kelompok Kata )II
Kata benda deklensi II sering disebut deklensi ’ o ‘  karena akhirannya didominasi oleh bunyi “O”.  Pada umumnya yang didominasi vokal “o” umumnya bergender maskulin dan neteral tidak banyak bergender feminin. Misalnya : ὁ logoV adalah maskulin, to dwron adalah netral, sedangkan ἡ doV adalah feminin.


1.       Akhiran yang digunakan dalam infeksi kata benda deklensi kedua adalah:
Maskulin
Netral
Kasus
Tunggal
Jamak
Tunggal
Jamak
Nominatif
oV
oi
on
a
Genetif
ou
wn
ou
wn
Datif
oiV
oiV
Akusatif
on
ouV
on
a


2.       Kata benda maskulin deklensi II dan aksentuasinya (maskulin dan neuter)
Tunggal
Maskulin
Netral
Kasus
Kata sandang
Kata benda
Kata sandang
Kata benda
Nominatif
karpoV
to
teknon
Genetif/A
tou
karpou
tou
teknou
Datif/L/I
t
karp
t
tekn
Akusatif
ton
karpon
to
teknon
Vokatif

karpe


Jamak
Nominatif
o
karpoi
ta
tekna
Genetif/A
twn
karpwn
twn
teknwn
Datif/L/I
toiV
karpoiV
toiV
teknoiV
Akusatif
touV
karpouV
ta
tekna
Catatan:
a.       Deklensi kata benda bergender netral deklensi II kurng lebih mirip dengan deklensi kata benda bergender maskulin.
Perbedaan hanya  terletak pada bentuk nominatif dan akusatif.
b.       Bentuk kata sandang kata benda netral ditandai oleh tanda tekanan turun (grave), dan vokal α pada kata sandang dan akhiran kata bendanya selalu pendek



3.       Kata benda feminin deklensi II dan aksentuasinya.
Kata benda feminin deklensi II relatif jarang dalam PB. Kata yang sering muncul seperti; ἡ rhmoV dan  doV .

Tunggal
Kasus
Kata sandang dan kata benda feminin berdeklensi II
A
B
Nominatif
ἡ ἐremoV
ἡ ὁdoV
Genetif/A
thV remou
thV dou
Datif/L/I
th remw
th dw
Akusatif
thn remon
thn don
Jamak
Nominatif
aἱ ἐremoi
aἱ ὁdoi
Genetif/A
twn remwn
twn dwn
Datif/L/I
taiV remoiV
taiV doiV
Akusatif
taV  remouV
taV  douV

Latihan 3
A.      Buatlah deklensi dari kata-kata berikut ini:
ὁ karpoV,  aggeloV,  liqoV, to biblion, to iέron,  ή parJenoV

B.      Terjemahkanlah kalimat-kalimat berikut ini ke dalam bahasa Indonesia!
1.       ὁ άntqwpoV ginwskei ton nomon
2.       ceiV ton karpon
3.       o  delfoi kouousi touV logouV tou ggelou
4.       blepomen touV okouV twn clwn
5.       pempete dwra t ίer
6.       ὁ douloV ferei dorwn
7.       lambanw dwra karpou kai arton
8.       blepw ton gamon t oik
9.       grafomen logouV toiV adelfoiV
10.    oί uίoi twn nqrwpwn  gousi touV doulouV

C.      Terjemahkan kalimat-kalimat berikut ini ke dalam bahasa Yunani.
1.       Hamba itu sedang membawa hadiah kepada orang-orang itu.
2.       Ia mengetahui hukum
3.       Engkau sedang memandang orang banyak itu di dalam rumah
4.       Anak laki-laki itu mempunyai roti dan buah
5.       Kamu sekalian sedang menulis firman Tuhan kepada rasul
6.       Orang-orang kusta disembuhkan oleh Tuhan
7.       Majelis besar itu disembuhkan oleh Yesus
8.       Kita memuliakan Injil Kristus itu
9.       Orang-orang Farisi menghakimi orang berdosa

Kosa Kata

άntrwfoV
Manusia/orang
άrtoV
Roti
άpostoloV
Rasul
uίoV
Putra
oίkoV
Rumah
iέron
Bait Allah
gamoV
Pernikahan
dwron
Pemberian/hadiah
άcloV
Orang banyak
logoV
Firman, perkataan
qanatoV
Kematian
farisaioV
Orang Farisi
kolpoV
Pengakuan
όfJalmoV
Mata
IoudaioV
Orang Yahudi
sunedrion
Majelis
diakonoV
Pelayan
potamoV
Sungai
mhemeion
Kubur
filoV
Teman
leproV
Orang kusta
diaboloV
Setan/iblis
paralutikoV
Orang lumpuh
άrgurion
Perak
ίmation
Jubah/pakaian
eύggelion
Kabar baik
nomoV
Hukum
qronoV
Tahta
liJoV
Batu
nosoV (f)
Penyakit




II.                  Kata Benda Deklensi (Kelompok Kata)  I
1.       Pengertian
a.       Pada umumnya, kata benda deklensi pertama memiliki jenis kelamin feminin.
b.       Dalam setiap kosa kata, untuk setiap kata benda selalu disertakan ή. ή  merupakan kata sandang dari kata bend bergender feminin; dalam bahasa inggris diterjemahkan “the”; dalam bahsa Indonesia: “si”, “sang”, “itu”.
Sebuah kata yunani dikatakan telah dideklensikan jika telah dibuat dalam semua bentuk yang merepresentasikan fungsinya yang berbeda-beda baik dalam bentuk tunggal maupun jamak. Khusus untuk feminin tunggal memiliki 3 variasi. Vocal akhir yang menandai deklensi pertama adalah α dan η pada nominatif tunggalnya. Deklensi pertama juga memiliki jenis maskulin di mana jenis ini memiliki 2 variasi dengan akhiran ας dan ης pada nominatif tunggalnya.
Semua kata benda Yunani dideklensikan dalam 3 pola deklensi:
Deklensi I, Deklensi II dan Deklensi III. Mengapa setiap kata benda Yunani dibedakan dan dikelompokkan menjadi Deklensi I, II, dan III? Apa maksud penyebutan istilah deklensi tersebut?Pola penafsiran tersebut diistiahkan dengan kata deklensi. Fungsi lainnya adalah untuk mempermudah pembelajar dalam memahaminya. Deklensi kata benda satu dengan lainnya dibedakan berdasarkan jenis atau bentuk akhiran yang terdapat dalam kata dasar dan variasi akhiran yang ditambahkan terhadap akar kata tersebut.[1]
2.       Akhiran-akhiran kata benda deklensi pertama adalah sebagai berikut:
2a. Pola deklensi kata benda deklensi I
Tunggal
Kasus
Feminin
Maskulin
Nominatif
h
α
ης
ας
Akusati
hν
αν
ην
αν
Genetif
hς
ας
ου
ου
Datif
Jamak
Kasus
Feminin
Maskulin
Nominatif
aι
αι
Akusati
aς
ας
Genetif
oν
ων
Datif
aις
αις

Variasi ketiga dari bentuk tunggal feminin dan variasi kedua bentuk tunggal maskulin di atas akan terjadi jika pangkal kata benda tersebut berakhiran ε, ι, atau ρ
2b. Pola deklensi kata benda deklensi I
Tunggal
Kata Sandang/ Akhiran kata benda
Feminin
Maskulin
N & V
ή / -η
ή / -α
ή / -α
ό /- ης
ό /- ας
G & A
της / -ης
της / -ης
της / -ας
του /-ου
του /-ου
D, L, & I
τῃ / -ῃ
τῃ / -ῃ
τῃ / -ᾳ
τῳ /-ῃ
τῳ /-ᾳ
A
την / -ην
την / -αν
την / -αν
τον / -ην
τον / -αν
Jamak
Feminin
Maskulin
N & V
αἱ / - αi
αἱ  / - αi
αἱ  / - αi
οἱ  / - αi
οἱ  / - αi
G & A
twn/-wn
twn/-wn
twn/-wn
twn/-wn
twn/-wn
D, L, & I
taiV/ - aiV
taiV/ - aiV
taiV/ - aiV
toiV/ - aiV
toiV/ - aiV
A
taV /- aV
taV /- aV
taV /- aV
touV /- aV
touV /- aV

Keterangan:
N = Nominatif                                                      D= Datif                                A = Akusatif
V= Vokatif                                                            L= lokatif
A= Abilatif                                                            I= Instrumen


2c. Kata benda feminin Deklensi I berakhiran η
Kasus
Tunggal
Jamak
Nominatif
 gaph
The love
a gapai
The loves
Genetif
thV agaphV
Of the love
twn agapwn
Of the loves
Abilatif
thV agaphV
From the love
twn agapwn
From the loves
Datif
t agaph
To the love
taiV agapaiV
To the loves
Lokatif
t agaph
In the love
taiV agapaiV
In the loves
Instrumental
t agaph
By the love
taiV agapaiV
By the loves
Akusatif
thn agaphn
The love
taV agapaV
The loves
Vokatif
gaph
love
άgapai
loves

Deklensi kata ἀgaph,  (love, cinta/kasih) di atas menunjukkan bentuk yang sama antara akhiran kata sandang dan kata benda. Bandingkan dengan deklensi dua kata benda yang akar katanya berakhir dengan dan di bawah ini:
2d. Kata benda feminin Deklensi I berakhiran vokal dan ρ
Kasus
Tunggal
Kata sandang
N & V
basileia
mera
ή
G & A
basileiaV
meraV
thV
D,L,I
basilei
mer
t
A
basileian
meran
thn
Jamak
N & V
basileiai
merai
a
G & A
basileiwn
merwn
twn
D, L, I
basileiaiV
meraiV
taiV
A
basileiaV
meraV
taV

Jika akar kata benda feminin berakhir dengan σ, λλ, dan konsonan rangkap lainnya (misalnya; doca, ή), bentuk nominatif tunggalnya berakhir dengan ‘ α ‘ pendek.  Perhatikan deklensi dua kata di bawah ini.
2e. Kata benda feminin Deklensi I berakhiran selain dari vokal dan ρ
Tunggal

Kata sandang
Kasus
Selain vokal dan ρ
N & V
glwssa
doxa
G & A
glwsshV
doxhV
thV
D,L,I
glwss
dox
t
A
glwssan
doxan
thn
Jamak
N & V
glwssai
doxai
a
G & A
glwsswn
doxwn
twn
D, L, I
glwssaiV
doxaiV
taiV
A
glwssaV
doxaV
taV

Kata benda maskulin deklensi II
Jika akar kata dari benda maskulin berakhir dengan ε, ι dan ρ, bentuk nominatif tunggalnya akan berakhir dengan – ας dan ης.
Kasus
Tunggal
Jamak
N & V
 profhthV
 MessiaV
G & A
tou profhtou
tou messiou
D,L,I
t profht
t Messi
A
ton profhthn
ton messian



Jamak
N & V
o  profhtai
o messiai
G & A
twn profhtwn
twn messiwn
D, L, I
toiV profhtaiV
toiV messiaiV
A
touV profhtaV
touV messiaV



Latihan 4
A.      Terjemahkan kalimat berikut ini ke dalam bahasa Indonesia.
1.       Basileia ginwskei lhqeian
2.       ὁ qeoV pempei ton logon thV έpaggeliaV
3.       ὁ profhthV lambanei άrton kai karpon tou uίou tou maqhtou
4.       ὁ MessiaV έcei thn didachn doxhV kai eίrhnhV
5.        maqhthV blepei ton profhthn th έkklhsia
6.       o uioi ginwskousi thn entolhn kai legousi parabolhn tw oίkw
7.       ὁ άpostoloV  didaskei parabolhn toiV anqrwpoiV
8.       ὁ άggeloV tou Messiou legei logouV kai nomouV  toiV όcloiV
9.        άpostoloV grafei grafhn thV basileiaV kai thV έkklhsiaV
10.    nqrwpoV grafei έntolaV kai nomouV
B. Terjemahkan kalimat-kalimat berikut ini ke dalam bahasa Yunani
1.       Para murid mencari buah
2.       Allah mengetahui doa-doa manusia
3.       Allah mengetahui ketidakbenaran manusia
4.       Kami melihat para nabi dan rumah-rumah sembayang
5.       Kristus Yesus mempunyai kekuasaan Allah

Kosa Kata
delfh
Saudara perempuan
pistolh
Surat, injil
lhJeia
Kebenaran
klesia
Gereja
gaph
Kasih
qalassa
Laut
martia
Dosa
zwh
Hidup, kehidupan
basileia
Kerajaan
mera
Hari
grafh
Tulisan, Alkitab
ra
Jam
didach
Pengajaran
juch
Jiwa, nyawa, hidup
dikaiosuh
Kebenaran
trofh
Makanan
doxa
Kemuliaan
parabolh
Perumpamaan
erenh
Damai sejahtera
rgh
murka

J.        Penguraian (parsing) kata Benda
Dalam menguraikan sebuah bentuk khusus kata benda harus diidentifikasikan menurut kasus, jumlah dan gender kata benda itu yang melekat pada bentuk (akhirannya) merujuk pada asal katanya. Untuk mengusahakan keseragaman dalam penguraian semua substantif dan kata kerja, ada baiknya kita menggunakan dua model, yakni bahasa Indonesia dan Ingris. Misalnya, dalam bahasa Indonesia, kata profhtaV akan diuraikan sebagai kata benda dengas kasus akusatif, gender maskulin, dengan jumlah yang jamak. Atau bisa disingkat: akusatif maskulin jamak dari kata  profhthV, yang artinya nabi.



[1] Huber L. Drumwright, Jr., An Introduction to New Testament Greek (Nasville, Tennese: Broadman Press, 1980), 25. Beberapa kata mengalami perubahan akar kata.



 Kata Sifat
Kata sifat adalah bagian kalimat yang membatasi, menjalankan sifat, atau menggambarkan karakteristik suatu benda.
Fungsi kata sifat adalah membedakan, mengkualifikasikan kata benda atau menjelaskan kata benda, misalnya, “orang baik” dan “rumah putih”. Kata “baik” dan  “putih” adalah kata sifat yang semata-mata menjelaskan kualifikasi dari “orang” dan “rumah” tersebut.
Jika kata sifat dipakai untuk menjelskan kata benda, kata sifat tersebut harus sepadan dengan kata benda itu dalam hal jenis, baik dalam jumlah maupun dalam kasusnya. Oleh karena itu, kata sifat juga memiliki unsur jenis, jumlah dan kasus.
Kata sifat dalam bahasa inggris dan indonesia mengalami perubahan deklensi seperti kata benda dalam bahasa Yunani. Deklensi kata sifat Yunani harus sama dengan deklensi kata benda yang mengikutinya, yakni dengan membatasi kasus, jumlah, dan gender kata benda, yang dirangkaikan dalam suatu konstruksi frase tertentu. 
a.       Deklensi kata Sifat
Kata sifat dideklensikan dalam 3 gender (feminin, maskulin dan netral) dan dalam 4 dan 5 bentuk seperti deklensi di atas.
Perhatikan deklensi kata sifat dalam 2 tabel di bawah ini; masing-masing dideklensikan dalam 3 gender.

Tunggal
Kasus
Maskulin
Feminin
Nertal
Maskulin
Feminin
Nertal
N
gaqoV
gaqh
gaqon
monoV
monh
monon
G/A
gaqou
gaqhV
gaqou
monou
monhV
monou
D/L/I
gaq
gaq
gaq
mon
mon
mon
A
gaqon
gaqhn
gaqon
monon
monhn
monon
V
gaqe
gaqh
gaqon
mone
monh
monon
Jamak
N
gaqoi
gaqai
gaqa
monoi
monai
mona
G/A
gaqwn
gaqwn
gaqwn
monwn
monwn
monwn
D/L/I
gaqoiV
gaqaiV
gaqoiV
monoiV
monaiV
monoiV
A
gaqouV
gaqaV
gaqa
monouV
monaV
mona

Kata sifat dengan akar kata berakhiran e, i, r
Tunggal
Kasus
Kata dasar berakhiran ι
Kata dasar berakhiran ρ
Maskulin
Feminin
Netral
Maskulin
Feminin
Netral
N
dikaioV
dikaia
dikaion
mikroV
mikra
mikron
G/A
dikaiou
dikaiaV
dikaiou
mikrou
mikraV
mikrou
D/L/I
dikai
dikai
dikai
mikr
mikr
mikr
A
dikaion
dikaian
dikaion
mikron
mikran
mikron
V
dikaie
dikaia
dikaion
mikre
mikra
mikron
Jamak
N
dikaioi
dikaia
dikaia
mikroi
mikrai
mikra
G/A
dikaiwn
dikaiwn
dikaiwn
mikrwn
mikrwn
mikrwn
D/L/I
dikaioiV
dikaiaiV
dikaioiV
mikroiV
mikraiV
mikroiV
A
dikaiouV
dikaiaV
dikaia
mikrouV
mikraV
mikra
V
dikaioi
dikaiai
dikaia
mikroi
mikrai
mikra



b.       Penggunaan kata sifat
Penggunaan kata sifat dalam bahasa Yunani digunakan dalam cara yang berbeda dan fungsi yang berbeda pula. Berdasarkan gramatika bahasa Yunani digunakan antara lain:
1.       Kata sandang dan penggunaan kata sifat sebagai substantif. Artinya adalah kata sifat yang dibendakan, atau digunakan sebagai kata benda. Contoh :



gaqoV


The good (yang baik)


The good one (orang baik)



                                          Diterjemahkan              

The good man (orang baik)


The goods (yang baik)


The good man                       (orang-orang baik)


oἱ ἀgaqoi





                                   Diterjemahkan

The good people                    (orang-orang baik)


1.a. Kata sifat dengan posisi atributif
Kata sifat berfungsi sebagai atributif adalah menghubungkan suatu sifat dengan kata benda yang dijelaskan. Ada 2 bentuk posisi penggunaan kata sifat secara atributif. Contoh :

ὁ ἀgaqoV logoV




ὁ ἀgaqoV  logoV

The good word         (perkataan yang baik)

Dalam dua posisi ini, kta sandang harus ditempatkan di depan kata sifat, atau dua-duanya (kata sifat dan kata benda) memiliki kata sandang (sesuai dengan gendernya).
1.b. Kata sifat dengan posisi predikaif.
Penggunaan Kata sifat berfungsi posisi predikatif apabila memberikan penjelasan mengenai kata benda, yakni bagaimana sifat benda yang dijelaskan. Artinya, posisi predikatif “memberi penilaian” tentang sifat suatu kata benda. Posisi predikatif dapat digolongkan dalam 2 jenis. Contoh:


ὁ ἀgaqoV ὁ logoV



The word is good
(perkataan yang baik)



             The word is good
           (perkataan itu baik)

ὁ logoV ὁ ἀgaqoV



Pada posisi ini, kata sandang ‘o’ (Ing: the, Ind; yang, itu) selalu ditempatkan di depan kata benda, bukan di depan kata sifat.
2.       Kata sifat tanpa penggunaan kata sandang
Kata sifat juga digunakan tanpa menggunakan kata sandang baik dalam posisi predikatif maupun atributif. Karena bahasa Yunani tidak mengenal kata sandang tak tentu.

Contoh:

mikra okia



Little house
atau
A little house




okia mikra

             Atau     diterjemahkan       

Jika kata sifat diikuti oleh kata benda tanpa kehdiran kata sandang, konteks harus menyatakan apakah ia predikatif atau atributif. Contoh: pistoV delfoV berdiri sendiri, maka akan diterjemahkan a brother is faithful. Posisi ini adalah predikatif. Sementara pistoV delfoV legei thn lhteian; --- pistoV delfoV

Latihan 5
A.      Terjemahkanlah kalimat-kalimat berikut ke dalam bahasa Indonesia
1.       o άpostoloi blepousi touV mikrouV okouV kai taV kakoV douV
2.        άgaphtoV maqethV kouei touV gaqouV logouV
3.       o kakoi didaskaloi didaskousi teron eaggelion
4.       o gioi gaqoi kai ponhroi o cloi
5.       ὁ έteroV nqrwpoV cei ton monon kalon oίkon
6.       άpostoloiV  kai profhtaiV nqrwpoiV legousi logouV qanatou
7.       CrostoV luei touV dikaiouV thV ponhrhV basileiaV
8.       άgaqh  kklhsia kai  basileia kakh ό kurioV geirei touV nekrouV
9.       άgaqoV  άdelfoV kai didaskei touV pistouV t kklesi
10.    oἱ profhtai legousi kainaV parabolaV toiV pistoiV

B.      Terjemahkan kalimat-kalimat berikut ini ke dalam bahasa Yunani!
1.       Perempuan-perempuan yang baik itu melihat orang-orang suci
2.       Anak laki-laki dari orang bijaksana itu memandang para murid yang terkasih
3.       Para wanita yang baik itu mengatakan hal-hal baik
4.       Kebenaran itu memimpin orang-orang jahat
5.       Perkataan-perkataan Yesus itu adalah benar dan pengajaran-pengajaran nabi itu adalah sia-sia
6.       Para guru mengajar orang-orang Yahudi yang bodoh itu
7.       Orang-orang kusta dan orang-orang kebas mencari Yesus


8.       Mesias dari kerajaan membangkitkan orang-orang yang setia dan para wanita yang setia
9.       Rasul itu berbicara perumpamaan pertama kepada gereja pertama
10.    Buah yang baru itu adalah baik dan rumah-rumah itu adalah buruk



Kosa Kata

gaqoV
Baik
kastoV
Tiap-tiap
gaphtoV
Terima kasih
kklektoV
Dipilih
kakoV
Jahat,jelek,bejat
leuqeroV
Bebas
basilikoV
Rajani
natoV
Yang kesembilan
dikaioV
Benar/adil
kanoV
Cukup, penuh, banyak
gioV
Suci
kainoV
baru
llotrioV
Asing, orang lain
kaloV
Indah/baik
skatoV
Terakhir
lloV
Lain/yang lain
pwtoV
Pertama
monoV
Hanya satu
deuteroV
Kedua
lhqinoV
benar
pistoV
Setia
dexioV
kanan
arcaioV
Tua, dari zaman dulu
lacistoV
Yang paling kecil
dioV
Sendiri, milik sendiri
kataroV
Bersih, murni

K.      Kata Sambung (kai, de, lla, gar)
Kata sambung (konjungsi) adalah kata yang berfungi untuk menghububgkan 2 kata yang sejenis (kata benda, kata sifat, kata keterangan, dsb), dua klausa, atau bahkan dua kalimat.
1.        kai (and; dan) merupakan kata sambung yang paling sering digunakan.
kai menghubungkan dua kata (frase) atau dua kalimat yang setara. kai juga digunakan untuk dua fungsi lainnya, yakni memberi keterangan tambahan dan memberi penekanan. Contoh: kai gw legw :           I Also Say (saya juga berkata). Untuk memberikan penekanan, kai ditempatkan di depan kata benda yang diikuti oleh kata kerja, dan diterjemahkan “even” (bahkan). Misalnya:
........ kai o neaniai ginwskousi: ........ and even the youngmen know”
(........ dan orang-orang muda itu mengetahui). Konteks kalimat akan membantu kita untuk menerjemahkan kata kai ini.
2.       de (but; tetapi) adalah kata sambung yang tidak pernah ditempatkan pada posisi pertama satu kalimat. Ia selalu ada pada posisi kedua atau ketiga.
Contoh: legw de soi (but I say to you)
3.       oude adalah perpaduan antara o dan de, diterjemahkan ‘and not’ atau neother (tidak ada).
4.       gar (for; sebab) adalah kata sambung yang digunakan untuk memberi alasan atas sebuah tindakan atau pernyataan.
5.       lla  Adalah kata sambung untuk menyatakan pertentangan, tetapi lebih kuat dibanding de. contoh: Matius 5:27
olqon katalusai, lla plhrwsai (I don’t come to destroy but to fulfill; saya datang bukan untuk meniadakan, tetapi untuk menggenapi).




















L.       Kata depan dan kata keterangan
a.       Kata depan
Kata depan terdiri dari 2 jenis, yaitu preverb dan preposisi. Preverb adalah kata depan yang digabungkan dengan kata kerja yang kemudian disebut sebagai kata majemuk.
Preposisi adalah kata depan yang terpisah dan ditempatkan di hadapan sebuah kata.
Kata depan dalam bahasa yunani adalah sejumlah kata yang berfungsi untuk membantu substantif menjelaskan fungsi kasus mereka. Penggunaan kata depan Yunani harus sesuai dengan kasus kata (substantif) yang mengikutinya.
Kata depan dan kasus substantif:
1.       Hanya dengan satu kasus


Bahasa Yunani
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
Genetif

nti
Against, instead of, in exchange of
Menentang, sebagai pengganti,

po
From, away from
Dari, menjauh dari

k
Out of/from, after
Keluar/berasal dari, sesudah

pro
Before, in front of
 Sebelum, di depan

Datif
n
In , on, at, among
Di dalam, di atas, di, di antara, antara

sun
With, together with
Dengan, bersama-sama dengan

Akusatif
eV
Towards, to the point of, into
Kearah-menuju, ke sudut, ke dalam
2.       Dengan dua kasus
Bahasa Yunani
Kasus
Bahasa Ingris
Bahasa Indonesia
dia
Genetif
Through
melalui

Akusatif
Because of, on account of
Karena, oleh karena-lantaran
meta
Genetif
With
Dengan, beserta

Akusatif
After
setelah
proV
Lokatif
At, by
Di, oleh

Akusatif
To, towards,at
Ke, kearah/menuju, di
per
Abilatif
In behalf of, instead of
Untuk kepentingan,
sebagai pengganti


Akusatif
Over, above, beyond
Di atas, di atas, di luar/melampaui
3.       Dengan tiga kasus
Bahasa
Yunani
Kasus
Bahasa Ingris
Bahasa Indonesia
pi
Genetif
Down from
Turun dari

Lokatif
Down upon, against
Turun atas, menentang

Akusatif
Along , according to
Sepanjang, menurut/sesuai dengan
para
Genetif
from
dari

Lokatif
At, before, by the side of, beside
Di, di depan, di samping/disisi,
di samping






Akusatif
To, towards, deyond, contrary to
Ke/kepada, ke arah, di luar/melampaui,
bertentangan dengan
peri
Genetif
About, concering
Tentang: benda, tentang:
perkataan/tulisan/pemikiran/gagasan

Datif
around
Sekeliling:baju, senjata

Akusatif
Around, concering
Gerakan, tentang: suatu tindakan
po
Genetif
by
Oleh: personal agent

Datif
under
Di bawah: menyatakan tempat

Akusatif
under
Di bawah: menyatakan gerakan
ke (tempat/waktu)


b.       Penggunaan kata depan
Pada umumnya, penggunaan kata depan dibagi atas 3 hal:
1.       ‘bergerak ke arah’ suatu tempat mengambil kasus akusatif
2.       ‘ menjauh dari’ mengambil kasus abilatif dan genetif
3.       ‘ berada di suatu tempat’ mengambil kasus datif dan instrumental


Perhatikan kata depan di bawah ini:
Kata depan
Akusatif (bergerak ke arah)
Genetif (menjauh dari)
Datif (diam)
na
Up


iV
To, into,for
nti

Instead of, against, because
po
Away from
k
about of
pro
In front of, before, for
n

in
sun
with

Penggunaan kata depan dalam bahasa Yunani, pada dasarnya, sama dengan bahasa Inggris maupun Indonesia. Setiap kata depan memiliki kasus khusus atau beberapa kasus dengan mana ia digunakan.

Latihan 6
Terjemahkan kalimat-kalimat berikut ini ke dalam bahasa Yunani!
1.       Orang itu mengatakan Firman yang baik kepada murid-murid itu, dan sedang membimbing anak laki-laki (jamak) ke dalam rumah itu
2.       Sesudah anak laki-laki orang itu melihat saudara laki-laki itu
3.       Para nabi yang setia itu sedang memimpin para murid yang benar dari Mesias ke dalam gereja
4.       Melalui firman dari mesias, para rasul itu sedang membangkitkan yang mati dari kematian
5.       Utusan-utusan yang setia itu sedang mendengarkan firman Tuhan
6.       Rasul itu mengajar orang-orang itu dengan anak laki-laki (jamak)


Komentar